Breaking News:

Berita Bali

Karmaphala Tak Bisa Disuap, Belajar dari Epos Mahabharata Saat Para Pandawa Masuk Neraka

Karmaphala Tak Bisa Disuap, Belajar dari Epos Mahabharata Saat Para Pandawa Masuk Neraka

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
Dok. Tribun Bali
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti - Dharma Wacana tentang karma dalam ajaran Hindu. 

Jika subhakarma adalah perbuatan baik, maka asubhakarma adalah perbuatan tidak terpuji. 

"Inilah bukti, karma sekecil apapun akan tetap ditebus baik buruknya," tegas ida.

Ketika Yudhistira sampai di sorga dan tidak melihat saudara-saudaranya, ia pun bertanya kepada para dewa mengapa adik-adiknya tidak ada di surga?

Ternyata adik-adiknya berada di neraka untuk menerima dan membayar karma mereka. 

Sementara para Korawa, sedang menerima hasil perbuatannya di sorga.

Ida Rsi menegaskan, karmaphala dan prosesnya tidak bisa dihentikan dan akan terus berjalan.

Karmaphala tidak bisa disuap, tidak bisa dihindarkan, dihilangkan atau ditolak.

Untuk itu, menurut keyakinan Hindu Bali, setiap orang harus berusaha berbuat yang baik dan benar.

Sehingga mampu mendapatkan kebahagiaan dan hasil yang baik pula dari perbuatannya sendiri. 

"Oleh sebab itu, Yudhistira meminta agar diantarkan ke neraka untuk melihat keluarganya. Dan Yudhistira ingin berada di neraka lalu mencemplungkan dirinya ke sana," jelas beliau.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved