Breaking News:

Berita Buleleng

Disbud Buleleng Identifikasi 40 Lontar, Bakal Dilakukan Digitalisasi Mulai Tahun 2022

lontar-lontar yang diidentifikasi itu tersebar di Desa Kedis, Desa Banjarasen, Desa Banjar Tegeha, Desa Bungkulan, Desa Sulanyah dan Desa Panji

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi lontar. Disbud Buleleng Identifikasi 40 Lontar, Bakal Dilakukan Digitalisasi Mulai Tahun 2022 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng mulai mengidentifikasi sebanyak 40 buah lontar yang ada di masyarakat, tersebar di enam desa se-Buleleng.

Identifikasi dilakukan untuk menambah koleksi  di Museum Lontar Gedong Kirtya.

Kabid Cagar Budaya pada Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Angga Prasaja, Minggu 16 Mei 2021 mengatakan, lontar-lontar yang diidentifikasi itu tersebar di Desa Kedis, Desa Banjarasen, Desa Banjar Tegeha, Desa Bungkulan, Desa Sulanyah dan Desa Panji.

Kegiatan ini sudah dimulai sejak awal Mei, ditargetkan selesai pada akhir Mei 2021.

Baca juga: UPDATE Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Buleleng Bertambah 13 Orang, Meninggal Satu Orang

Gede Angga menyebut, 40 lontar yang diidentifikasi itu diantaranya Lontar Usada Cetik dan Astaka Mantra, Lontar Kawisesan,intar Mantra Pegambuhan dan Pengejukan Leak, Lontar Sastra Sanga, serta Lontar Rarajahan dan Usada Kohkohan.

Lontar-lontar itu belum terdapat di Museum Gedong Kirtya.

Sehingga pihaknya kata Gede Angga langsung melakukan identifikasi berupa pencatatan pemilik lontar, judul, kata kunci, jumlah halaman, dan jumlah baris, serta akan dilakukan proses alih aksara, agar Disbud memiliki salinan terhadap lontar tersebut, dan menjadi tambahan koleksi di Museum Lontar Gedong Kirtya.

“Rencananya memang akan kami lakukan proses penyalinan. Supaya bisa menambah koleksi lontar yang ada di Kirtya.

Ini masih kami upayakan, karena butuh tenaga ahli untuk proses menyalin lontar itu,” katanya.

Disisi lain, Dewa Angga juga menyebut, lontar-lontar yang ada di Museum Lontar Gedong Kirtya rencananya juga akan didigitalisasi.

Proses digitalisasi ini dilakukan secara bertahap, mulai pada 2022 mendatang. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved