Breaking News:

Berita Tabanan

Kunjungan Libur Lebaran Tembus 20 Ribu Wisatawan, Kebun Raya Bedugul Masih Jadi Primadona di Bali

Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bedugul masih menjadi tempat wisata primadona di Bali

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Kebun Raya Bedugul
Suasana kunjungan di Kebun Raya Eka Karya Bali atau Kebun Raya Bedugul, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat 14 Mei 2021 - Kunjungan Libur Lebaran Tembus 20 Ribu Wisatawan, Kebun Raya Bedugul Masih Jadi Primadona di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bedugul masih menjadi tempat wisata primadona di Bali.

Meskipun di tengah pandemi, momen hari libur Lebaran 2021 kemarin kunjungan tembus hampir 20 ribu wisatawan.

Dalam pelaksanaannya, manajemen menerapkan 5M di lapangan, dan juga jumlah kunjungan maksimal 50% dari kapasitas maksimal.

Menurut data yang diperoleh dari Kebun Raya Bedugul, di hari pertama dan kedua pada momen libur Idul Fitri 1442 H, yakni Kamis 13 Mei 2021 serta Jumat 14 Mei 2021, jumlah pengunjung mencapai angka 19.115 orang.

Baca juga: Seluruh Karyawan Kebun Raya Bedugul Bali Sudah Vaksinasi Covid-19

Dengan jumlah tersebut, pengelola berharap masyarakat yang datang ke Kebun Raya Eka Karya Bali bisa meningkat terus kedepannya.

"Kebun Raya Eka Karya Bali menempatkan perhatian utama pada penerapan di lapangan. Kami juga menambah anggota di Satgas Internal untuk memecah kerumunan dan mengingatkan pengunjung untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Secara umum wisatawan lokal yang datang ke kebun raya," kata General Manager Kebun Raya Eka Karya Bali, Tito Triputra, Minggu 16 Mei 2021.

Dia menyebutkan, momen libur Idul Fitri 1442 H ini, Kebun Raya Eka Karya Bali sebagai pelayanan publik di Bidang Eduwisata, terus memberikan layanan yang maksimal.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai strategi serta rencana untuk mengantisipasi ramainya pengunjung.

Sejak mulai libur momen Lebaran, pihak manajemen menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh di setiap akses masuk, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

Kemudian, Satgas Internal itu akan selalu melakukan patroli untuk mengimbau agar para pengunjung bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih lagi, sebelum berkunjung ke Kebun Raya Bedugul, masyarakat diharapkan membeli tiket secara daring agar nantinya tak terjadi antrian atau penumpukan kendaraan.

Termasuk juga menerapkan pembayaran secara non tunai.

"Tujuannya semata-mata untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat yang berkunjung. Kami sudah lakukan juga untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung, terutama di area pintu-pintu masuk. Kami pun melakukan sistem buka tutup jalur masuk ketika dirasa antrean sudah mulai menumpuk," jelasnya.

Selain itu, kata dia, untuk menghindari membeludaknya pengunjung, pihak pengelola Kebun Raya Eka Karya Bali memiliki beberapa strategi.

Seperti dengan membuka lima pintu masuk, melakukan rekayasa lalulintas menjadi satu arah, membuka pintu alternatif belakang sebagai pintu keluar serta melakukan sistem buka tutup pagar utama yakni Gapura Patung Jagung.

Tito menjelaskan, bahwa pihaknya berusaha mengikuti imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Baca juga: Kemacetan hingga 5 Kilometer, Umanis Galungan Banyak Wisatawan ke Bedugul dan Sangeh Bali

"Kami menerapkan 5M di lapangan, dan juga jumlah kunjungan maksimal 50% dari kapasitas maksimal," tegasnya.

Tito menegaskan, terpenting adalah para petugas di Kebun Raya Eka Karya termasuk yang secara langsung melayani pengunjung sudah menerima vaksinasi Covid-19 tahap satu dan dua pada April 2021 lalu.

Fungsinya tentu untuk meminimalisir penularan penyakit itu serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved