PROFIL Made Muji Perajin Topeng Asal Puaya Sukawati, 30 Tahun Berkarya & Pengalaman Keliling Dunia
PROFIL Made Muji Perajin Topeng Asal Puaya Sukawati, 30 Tahun Berkarya & Pengalaman Keliling Dunia
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Made Muji adalah salah satu sosok yang konsisten menjaga budaya Bali melalui jalur kesenian.
Hampir selama 30 tahun sudah Muji menekuni karya seni topeng tradisi khas Bali.
Berkat karya-karya topengnya, pria asal Banjar Puaya, Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali itu bisa keliling ke berbagai belahan dunia.
"Jadi saya mulai menekuni topeng sejak 1974 dan pada tahun 1982 saya menjadi peserta termuda yang menjuarai lomba pembuatan topeng di Pesta Kesenian Bali," kenang Made Muji ketika diundang menjadi bintang tamu pada acara Makadekan Ajak Clekontong Mas, Minggu 16 Mei 2021.
Kecintaannya terhadap karya seni topeng membuat ia memenangkan berbagai perlombaan.
Pria kelahiran 1953 tersebut memulai karir sebagai perajin topeng ketika usianya menginjak 20-an tahun.
Baca juga: 300 Seniman Denpasar yang Akan Tampil di PKB 2021 Ikuti Vaksinasi Covid-19
Bahkan dirinya menjadi peserta termuda dan memenangi lomba pembuatan topeng pada acara Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 1982.
Tahun 1983, Muji juga mewakili Kabupaten Gianyar dalam perlombaan Hiasan Uang Kepeng dan meraih juara satu.
Berikutnya pada tahun 1986 ia kembali meraih juara satu pada PKB dalam lomba pembuatan topeng bondres wanita.
Selain menjadi perajin topeng, Muji juga membuka kelas untuk belajar mengenai cara membuat topeng.
Konsistensi Muji dalam berkarya membuat banyak orang tertarik untuk belajar topeng dari dirinya. Bahkan beberapa muridnya yang berasal dari luar negeri.
Tahun 1987, Muji ikut dalam rombongan Calon Arang pergi ke berbagai negara di Eropa untuk ikut bermain gamelan.
Selain bermain gamelan, di Belanda ia berkesempatan untuk mengajar cara pembuatan topeng.
Kegemilangannya mewakili Kabupaten Gianyar dalam berbagai perlombaan pembuatan topeng.
Sebelum mulai menekuni topeng pada tahun 1974, sebelumnya ia merupakan pembuat patung.