Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Tak Menunggu Pemerintah Pusat, Persi Bali Segera Siapkan Program Wisata Medis

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Provinsi Bali dr IGAN Anom Mars mengatakan, pihaknya telah mengambil beberapa langkah penting.

Tayang:
pixabay.com
Ilustrasi Rumah Sakit (RS) - Tak Menunggu Pemerintah Pusat, Persi Bali Segera Siapkan Program Wisata Medis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait dengan usulan wisata medis, banyak rumah sakit (RS) swasta di Bali yang juga ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti program yang dicanangkan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Provinsi Bali dr IGAN Anom Mars mengatakan, pihaknya telah mengambil beberapa langkah penting.

Pihaknya akan mengadakan rapat untuk membahas kegiatan wisata medis ini, Rabu 19 Mei 2021.

“Besok (Hari ini, Red) kita akan rapatkan menggodok ini karena banyak rumah sakit yang mau ikut juga, seperti RS Kasih Ibu, rumah sakit di Badung mau ikut juga. Jadi makin banyak yang ikut makin banyak persiapannya,” jelasnya, Selasa 18 Mei 2021.

Baca juga: Wisata Medis Dengan Pesona Bali, Ketua Persi Bali Percaya Dapat Tarik Minat Wisatawan Domestik

Ia mengatakan, harus ada asuransi khusus ketika menyasar suatu negara tertentu.

Asuransi yang ditargetkan apa?

Pada akreditasinya apa yang ditargetkan?

Sehingga wisatawan nantinya percaya. Dan memang selama ini banyak wisatawan yang ragu-ragu.

Namun dengan adanya asuransi hingga menjadi jelas.

“Rumah sakitnya kita akan akreditasikan sesuai dengan strandarnya. Rapat ini akan dilakukan dengan semua pihak yang terkait, seperti rumah sakit, serta pihak yang memiliki pengalaman di bidang rumah sakit. Kita maunya dari Bali tidak menunggu dari pusat, kalau dari pusat lama. Kita mengajukan sendiri di Bali, khusus untuk wisata medis ini. Nanti bagaimana mekanismenya itu akan digodok terus. Dan apa yang kurang atau lebih itu memang masih banyak proses atau rutenya,” katanya.

Diketahui ada tiga RS yang akan maju untuk wisata medis ini, yakni RSUP Sanglah Denpasar, RS BMC Nusa Dua dan RS Siloam.

Anom mengatakan memang untuk di Provinsi Bali, baru ketiga RS itu yang akan maju dalam wisata medis.

Terkait beberapa RS swasta yang sudah memulai wisata medis, dr Anom mengatakan, RS tersebut melakukan promosinya sendiri ke negara lain.

Maka dari itu pihaknya dari Persi Bali akan mendaftarkan beberapa RS swasta yang dapat mengikuti program Wisata Medis ke Bali Tourism Board (BTB).

“Terkait beberapa RS swasta yang sudah melakukan wisata medisnya, mereka promosi sendiri-sendiri. Belum diakomodasi dan nanti Persi akan berusaha ke Bali Tourism Board untuk mendaftarkan. Selama ini mereka berjalan sendiri, mencari asuransi sendiri, ke Eropa sendiri ketika ada meeting-meeting asuransi ikut,” imbuhnya.

Baca juga: 3 Rumah Sakit di Bali Akan Jalankan Wisata Medis, Ketua Persi Bali: Mereka Berjalan Sendiri

Menurutnya, RS BMC dan RS Siloam sudah sangat berpengalaman untuk wisata medis.

Selain itu kedua RS ini memiliki keunggulannya masing-masing, yakni pada bidang kecantikan.

Memang sebelumnya mereka sudah berjalan sendiri untuk wisata medis, namun nantinya untuk melengkapi legalitas dari Kementerian Kesehatan yang sesuai dengan Permenkes No 76 Tahun 2015, Persi Provinsi Bali akan mengambil beberapa langkah penting untuk mengurus.

“Mereka (RS BMC dan Siloam) punya unggulan di bidang Kosmetik untuk mempercantik diri, seperti menaikkan pipi, termasuk juga bedah plastik. Mereka sudah jalan. Dan nantinya akan dilihat apakah standarisasinya sudah aktif. Maka dari itu tidak sembarangan untuk membuat medical tourism,” katanya.

Anom meyakini bahwa kelebihan dari pesona Pulau Dewata nantinya menarik minat wisatawan domestik untuk melakukan wisata medis, meski harga berobat wisata medis nantinya lebih tinggi dibanding negara Lain.

“Memang untuk tarif berobat cukup tinggi, yang penting nantinya servisnya bagus dan memberikan keunggulan lainnya. Memang jika dibandingkan, luar negeri lebih murah, terlebih jika dibandingkan Malaysia atau Singapura kalah kita. Namun kan kita punya potensi wisata. Misalkan wisata medis sudah berjalan, setelah ia sudah diambil tindakan kita ajak wisata. Itulah kelebihan kita di Bali,” ucapnya.

Sementara untuk promosi wisata medis yang selama ini memang kurang digenjot, Persi Bali akan mengambil langkah untuk mendaftarkan ke Board Tourism.

Yang nantinya setelah ini akan mengikuti promosi ke seluruh negara.

“Promosi memang kurang bagus karena saya selaku Persi memang baru saja ke Board Toursim. Karena kemarin persyaratan untuk Board Tourism Bali harus asosiasi yang mendaftarkan. Sekarang Persi akan mendaftarkan dan juga asosiasi untuk mengikuti promosi ke seluruh negara,” tambahnya.

Kedepannya Persi Bali akan membantu seluruh RS swasta agar bisa mengikuti program wisata medis.

Dan pihaknya dari Persi Bali juga berharap dengan ini wisata medis ini dapat berkontribusi untuk negara.

“Kita sebagai perwakilan RS swasta di Bali ini kan sudah lama sekali mengharapkan wisata medis, maka realisasinya juga akan segera. Setidaknya kita bisa berkontribusi untuk pemerintah daerah Bali dengan mengambil pasar pada wisata medis ini. Walaupun ini masih cita-cita atau angan-angan mudah-mudahan bisa menarik wisatawan domestik untuk berkunjung ke Bali sambil berobat. Jika pariwisata biasanya terkait hiburan, pada wisata medis ini memang pada kesehatan dan semoga menjadi produktif untuk Bali,” katanya. (*).

Baca juga: dr.Fajar Sebut Pendidikan Kedokteran Juga Harus Diperhatikan Ketika Akan Memfokuskan Wisata Medis

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved