Breaking News:

Berita Tabanan

Belum Ada Pembahasan Lanjutan Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk di Tabanan, Masih Sebatas Proses AMDAL

Mega Proyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk melintasi 19 Desa di Kabupaten Tabanan, Bali.

Tribun Bali
Peta rencana Tol Gilimanuk-Mengwi, yang di dalamnya melewati tiga kabupaten, yaitu Jembrana, Tabanan, dan Badung - Belum Ada Pembahasan Lanjutan Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk di Tabanan, Masih Sebatas Proses AMDAL 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Mega Proyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk melintasi 19 Desa di Kabupaten Tabanan, Bali.

Saat ini prosesnya sedang membahas kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Hanya saja, untuk pembahasan lanjutan masih belum melibatkan pemerintah daerah.

"Kemungkinan butuh proses panjang untuk itu (proyek tol)," kata Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Gde Made Partana saat dikonfirmasi, Rabu 19 Mei 2021.

Baca juga: Tol Gilimanuk-Mengwi Dikebut, Pemprov Bali Rencanakan Bentuk Tim P2T

Namun, Partana menjelaskan, proyek besar ini membutuhkan anggaran besar dan lahan yang luas, akan membutuhkan proses yang panjang.

Pertama yang dilakukan adalah pemetaan jalur yang akan dilalui dan dilakukan berbagai diskusi, serta pembahasan pendukung lainnya.

Kemudian setelah pemetaan jalur ini akan melalui proses Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan
yang didalammya melaksanakan pembahasan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Selain itu, termasuk juga proses pembahasan pembebasan lahan.

Proses FS ini sangat penting dilakukan karena untuk memastikan proyek tersebut memang layak dibangun dan dibutuhkan masyarakat.

Apalagi jalan berbayar atau tol, yang investasinya memerlukan dana yang sangat besar, sehingga harus dipastikan kelayakannya.

Ketika pembebasan lahan tersebut sudah selesai atau tuntas akan masuk ke DED atau gambarnya dari proyek tersebut.

Dalam proses DED ini biasanya berjalan beriringan dengan penentuan lokasi (penlok).

"Setelah FS yang didalamnya ada proses AMDAL dan pembebasan lahan baru masuk ke DED. Nah proses DED ini atau pembuatan desain gambar akan berjalan beriringan dengan penlok. Setelah semua itu selesai barulah proyek mulai dilaksanakan," jelasnya.

"Namun, kemungkinan waktunya masih jauh dan panjang sebelum terealisasi," tandasnya.

Baca juga: Dukung Megaproyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Dikebut, Dewan Pastikan Jalan Tol Tak Bunuh UMKM

Kumpulan Artikel Tabanan

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved