Liga Champions
Presiden Erdogan Murka UEFA Pindahkan Tempat Final Liga Champions 2021 ke Porto
Hari Rabu 19 Mei 2021, Erdogan mengecam keputusan UEFA memindahkan venue final Liga Champions 2021 dari Istanbul.
TRIBUN-BALI.COM, ANKARA - Keputusan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memindahkan lokasi babak final Liga Champions ke Porto membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan murka.
Hari Rabu 19 Mei 2021, Erdogan mengecam keputusan UEFA memindahkan venue final Liga Champions 2021 dari Istanbul.
Presiden Erdogan menyebut pengumuman final Liga Champions pindah ke Estadio do Dragao tersebut bermotif politik.
"Menurut saya, mereka membuat keputusan politik," kata Presiden Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.
Baca juga: Soal Nasib Pengungsi Uighur, Oposisi Turki Tantang Presiden Erdogan
Baca juga: Tuding Berafiliasi dengan Erdogan,Prancis Larang Kelompok Sayap Kanan Turki Grey Wolfes Beraktivitas
"Saya menyebutnya politis karena kami diberitahu dua tahun lalu tentang keputusan bahwa (final) Liga Champions akan dimainkan di Turki," katanya seperti dikutip dari AFP.
UEFA awal bulan Mei ini mengumumkan bahwa final Liga Champions 2021 antara Manchester City vs Chelsea digeser ke Porto di Portugal, dengan harapan bisa dihadiri oleh suporter Inggris.
Sebanyak 6.000 suporter dari masing-masing kesebelasan diperkirakan akan menghadiri laga puncak tersebut pada Sabtu malam 29 Mei 2021 atau Minggu dini hari WIB 30 Mei 2021.
"UEFA berpikir bahwa semua perlu dilakukan untuk memastikan para suporter kedua kubu bisa hadir setelah satu tahun dikunci keluar dari stadion," demikian pernyataan UEFA.
Diwartakan Tribun Bali sebelumnya, UEFA berencana memindahkan final Liga Champions ke Inggris, tetapi tidak memungkinkan setelah memperhitungkan semua kebutuhan karantina dari Inggris Raya.
"Otoritas Portugal dan FPF (Federasi sepak bola Portugal) akhirnya masuk dan bekerja cepat bersama UEFA untuk menawarkan venue final," tulis mereka lagi.
"Portugal masuk daftar hijau destinasi bagi Inggris, sehingga fans dan para pemain yang hadir ke final tak perlu menjalani karantina seusai pulang."
Pengumuman final Liga Champions pindah dibuat setelah Pemerintah Inggris menempatkan Turki dalam daftar merah perjalanan virus corona.
Namun, Presiden Erdogan mengatakan, perubahan itu baru terjadi setelah dua tim dari Liga Inggris lolos ke final.
UEFA lalu menyuarakan penyesalannya dan apresiasi kepada otoritas sepak bola Turki.
Federasi sepak bola Eropa itu juga berjanji akan mencari kesempatan pada masa yang akan mendatang bagi kota Istanbul untuk menghelat final Liga Champions lagi.
Berita lain terkait Liga Champions Eropa
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudulErdogan Marah UEFA Pindah Final Liga Champions 2021 ke Porto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/recep-tayyip-erdogan-marah.jpg)