Breaking News:

Kerajaan Inggris

Pangeran Harry Mabuk dan Nyaris Pakai Narkoba untuk Obati Trauma Kematian Putri Diana

Pangeran bergelar Duke of Sussex ini juga hendak mengonsumsi narkoba, selama lebih dari 10 tahun setelah ibundanya meninggal.

Editor: DionDBPutra
Victoria Jones / POOL / AFP
Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle. 

TRIBUN-BALI.COM, LOS ANGELES - Pangeran Harry kembali mengungkapkan masa lalunya yang pahit.

Putra kedua Pangeran Charles itu mengaku sempat menghabiskan jatah minuman keras (miras) seminggu dalam sehari untuk coba mengatasi trauma atas kematian ibunya Putri Diana tahun 1997.

Pangeran bergelar Duke of Sussex ini juga hendak mengonsumsi narkoba, selama lebih dari 10 tahun setelah ibundanya meninggal.

Pangeran Harry menceritakan pengalaman pahitnya itu saat bincang-bincang dengan Oprah Winfrey dalam serial streaming terbaru mereka tentang kesehatan mental.

Suami Meghan Markle itu juga berbicara tentang kecemasan dan serangan panik yang dialaminya sebagai anggota kerajaan senior serta pengalaman tentang pemakaman ibunya.

Putri Diana tewas dalam kecelakaan mobil saat dikejar oleh fotografer di Paris pada 31 Agustus 1997.

Dalam serial Apple TV The Me You Can't See, Pangeran Harry menggambarkan usia 28-32 tahun sebagai mimpi buruk dalam hidupnya. Kala itu dia mengalami serangan panik dan kecemasan parah.

"Bahkan sebelum saya keluar rumah saya berkeringat," ungkapnya dikutip dari BBC, Jumat 21 Mei 2021.

"Saya akan mabuk, saya akan pakai narkoba, saya mau melakukan hal-hal yang membuatku meredakan yang kurasakan."

Dia berkata akan minum setara seminggu jumlah minuman kerasnya pada Jumat atau Sabtu malam, bukan karena menikmati tetapi ingin menutupi sesuatu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved