Breaking News:

Berita Denpasar

DPRD Gianyar Inisiasi Ranperda Perlindungan Bendega dan PMI

Krisis ekonomi yang menyebabkan suatu kebijakan sulit dijalankan, tidak membuat DPRD Gianyar pesimistis dalam membuat hal yang meringankan beban masya

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Gianyar, Senin 24 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krisis ekonomi yang menyebabkan suatu kebijakan sulit dijalankan, tidak membuat DPRD Gianyar pesimistis dalam membuat hal yang meringankan beban masyarakat.

Seperti pada rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Gianyar, Lembaga perwakilan rakyat daerah ini mengusulkan dua Ranperda untuk bendega dan pekerja migran Indonesia (PMI).

Rapat yang berlangsung, Senin 24 Mei 2021 itu dipimpin Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gianyar, I Made Budiasa, dihadiri Tim penyusun naskah akademis Ranperda inisiatif DPRD, yang diketuai Prof Wayan P Windya, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca juga: Tidak Ada IMB, 1 Pembangunan Rumah Lantai 3 Dihentikan Satpol PP Gianyar

Ketua Bapemperda DPRD Gianyar, Made Budiasa mengatakan, ada dua Ranperda inisiatif dewan, yakni perlindungan dan pelestarian bendega.

Serta, pelindungan tenaga migran krama Gianyar.

Terkait bendega atau nelayan, ia memaparkan, saat ini di Kabupaten Gianyar terdapat 782 nelayan.

Mereka tersebar dari dari Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati hingga Pantai Siut, Kecamatan Gianyar.

Mereka dibagi menjadi 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Baca juga: Sepanjang 2019, Sebanyak 60 Titik Sumber Mata Air di Gianyar Diuji Lab, Begini Hasilnya

Seperti apa bentuk perlindungannya nanti, dewan bertitel insinyur tersebut mengatakan, bukan hanya perlindungan secara finansial, tetapi juga perlindungan dari segala aspek.

"Bentuk perlindungannya, berlandaskan falsafah Tri Hita Karana. Mulai dari perlindungan terhadap wilayah bendega, peningkatan kualitas sumber daya bendega, dan pemerintah juga memfasilitasi penyusunan awig-awig (hukum adat) bendega," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved