Berita Gianyar

Sepanjang 2019, Sebanyak 60 Titik Sumber Mata Air di Gianyar Diuji Lab, Begini Hasilnya

Meskipun banyak sungai di Kabupaten Gianyar telah dijaga kebersihannya namun belum ditemukan satupun sungai yang bisa dikonsumsi secara langsung.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Aliran sungai petanu di kawasan Blahbatuh, Gianyar, Bali dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan mencuci, Minggu 23 Mei 2021 - Sepanjang 2019, Sebanyak 60 Titik Sumber Mata Air di Gianyar Diuji Lab, Begini Hasilnya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun banyak sungai di Kabupaten Gianyar telah dijaga kebersihannya, karena dijadikan objek wisata, namun belum ditemukan satupun sungai yang bisa dikonsumsi secara langsung.

Malahan, ada sungai yang kini berstatus rawan pencemaran limbah kimia.

Menyikapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar pun terus melakukan pemantauan terhadap sungai-sungai di Kabupaten Gianyar, Bali.

Kepala DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati mengatakan, saat ini kondisi air sungai di Kabupaten Gianyar masih belum mengalami pencemaran berat, hanya saja sejumlah sungai mulai terancam pencemaran limbah kimia yang dapat menyebabkan air sungai tercemar bakteri e-coli.

Baca juga: Korban Gemetaran Kendalikan Motor, I Nyoman Suweji Tewas Terjun ke Sungai Ayung Badung

"Keberadaan sungai-sungai di Kabupaten Gianyar sampai saat ini masih layak digunakan. Tidak ada pencemaran berkategori berat. Meski tidak dipungkiri masih ada warga yang sengaja membuang limbah ke sungai," ujarnya, Minggu 23 Mei 2021.

Kata dia, keberadaan sungai yang masih lestari ini karena di hulu tidak ada industri rumah tangga yang membuang limbah ke sungai secara langsung.

"Dari data yang saya pegang, berdasarkan hasil penelitian tahun 2019, belum ada ditemukan sungai yang tercemar berat," tandasnya.

Meski demikian, Mirnawati tidak menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi air sungai secara langsung.

Sebab, air sungai di Kabupaten Gianyar hanya aman digunakan untuk mandi atau mencuci.

"Kalau digunakan untuk mandi dan mencuci masih layak. Kalau mau dikonsumsi, kami menyarankan ambil air klebutan di beji-beji," ujarnya

Mirna mengatakan, meskipun pemerintah secara intens melakukan pemantauan kualitas air, namun berbagai sungai di Kabupaten Gianyar kondisinya mulai memperihatinkan, yakni di sungai-sungai kawasan hilir.

Ini diakibatkan, pemukiman penduduk di kawasan tersebut mulai berdiri di dekat sungai.

Sementara banyak penghuninya yang membuang sampahnya ke sungai.

"Sebanyak 60 titik sumber mata air di Gianyar telah dilakukan uji lab. Hasilnya kondisi air masih diambang baku mutu, namun ada beberapa sumber mata air yang rawan pencemaran limbah kimia dan bakteri e-coli. Tapi bukan tercemar, namun ada potensi tercemar bakteri e-coli, sehingga lingkungan mata air kita pantau, apa ada peliharaan ternak, atau industri rumah tangga di sekitar tersebut. Kalau ada, kita minta agar dibuat septic tank, supaya limbah ternaknya tidak mencemari sungai," tandasnya.

Pihaknya berharap desa dinas dan desa adat ikut menjaga sumber mata air dan sungai yang ada di wilayahnya.

Baca juga: Desa Pujungan Tabanan Jadi Pilot Projek Pembangunan Pompa Hidram, Bantu Permudah Akses Air Bersih

Hal ini selain bertujuan penyelamatan lingkungan, juga untuk mewariskan sungai dan mata air yang layak kepada generasi berikutnya.

"Sampai saat ini, kesadaran warga sudah meningkat, hanya saja persoalan pembuangan sampah ke sungai masih menghantui kita. Ini perlu kesadaran semua pihak," tandasnya. (*).

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved