Corona di Bali
Klaim Daerahnya Paling Ketat Awasi Arus Balik, Bupati Jembrana Tegaskan Kejar Target Zero Covid-19
"Waktu mudik warga Jembrana tegas tidak kirim orang yang sedang sakit atau OTG. Itulah sebabnya saat ini kami tegas tidak akan menerima orang
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bupati Jembrana, Nengah Tamba mengatakan bahwa daerahnya menjadi wilayah yang paling ketat dalam pengawasan dan pemantauan arus balik Lebaran 2021.
Ia menjelaskan bahwa setiap warga yang ingin pulang ke kampungnya akan diperiksa kesehatannya dengan tes antigen.
Bila diketahui kondisi badan sakit dan sejenisnya, maka semua dilarang mudik.
Artinya, yang mudik kemarin itu semuanya dinyatakan sehat.
Baca juga: Pemuda Asal Jembrana Retas Ratusan Akun Medsos, Selain Memeras Pelaku Lakukan Ujaran Kebencian
"Waktu mudik warga Jembrana tegas tidak kirim orang yang sedang sakit atau OTG. Itulah sebabnya saat ini kami tegas tidak akan menerima orang ke Jembrana setelah mereka kembali dari liburan bila tidak membawa surat keterangan kesehatan bebas Covid-19 dengan cara tes antigen.
Kami sepakat Jembrana zero Covid-19. Juni ini kami mau zero Covid," ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin 24 Mei 2021.
Ia juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini sudah ada lebih dari 54 ribu warga Kabupaten Jembrana yang sudah divaksin baik jenis Sinovac maupun Astrazeneca.
"Saat ini ada 54 ribu lebih warga Jembrana yang sudah divaksin dari 300 ribu lebih jumlah warga Jembrana.
Untuk yang Nakes, TNI, Polri, ASN, sudah selesai semua. Saat ini sudah menyasar ke masyarakat umum," ujarnya
Menurut Tamba, Kabupaten Jembrana menargetkan pada Juni 2021 bisa zero Covid-19.
"Kami optimistis mencapai target zero Covid19 pada Juni 2021 sebab saat ini Jembrana sudah minim kasus positif.
Kami akui ada kecolongan beberapa kasus positif namun setelah ditelusuri ternyata mereka berasal dari Kota Denpasar yang pulang ke Jembrana, namun semua sudah diantisipasi," ujarnya.
Agar target zero Covid-19 pada Juni tercapai, saat ini pihaknya sedang memperketat penerapan PPKM dan Prokes.
Seluruh Forkopimda di Jembrana terlibat dalam pengetatan PPKM dan Prokes.
Baca juga: Percepat Program Vaksinasi, Satgas Covid-19 Jembrana Turun ke Banjar-banjar
Selain itu, Pemkab Jembrana juga mendapatkan 25 ribu dosis vaksin Astrazeneca dari Pemprov Bali.
Vaksin tersebut sudah didistribusikan ke Jembrana.
Tamba mengaku akan menjemput vaksin tersebut dan akan segera didistribusikan ke seluruh Jembrana sesuai dengan kebutuhan yang ada.
“Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Jembrana akan zero Covid-19,” jelasnya. (*)
Artikel lainnya Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sosok-i-nengah-tamba-bupati-jembrana.jpg)