Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Satwa Dilindungi, Penyu Lekang Ditemukan Mati di Pesisir Pantai Yehembang Bali

Diketahui, jenis satwa tersebut adalah penyu lekang dengan panjang 98 centimeter dan lebar 60 centimeter. 

Tayang:
Istimewa
Penyu jenis lekang usia dewasa ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu 29 April 2026.Satwa Dilindungi, Penyu Lekang Ditemukan Mati di Pesisir Pantai Yehembang Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seekor satwa laut kembali ditemukan dalam keadaan mati di pesisir Pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Rabu 29 April 2026. 

Belum diketahui penyebab kematian satwa jenis Penyu Lekang tersebut. 

Mengingat, pasca ditemukan tim gabungan langsung mengubur penyu dewasa tersebut tak jauh dari lokasi ditemukan. 

Menurut informasi yang diperoleh, temuan penyu tersebut berawal dari warga yang berada di Pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo. 

Baca juga: Perdagangan Penyu Masih Terjadi di Bali, Dipicu Permintaan, Wisatawan Disebut Jadi Pasar

Sekitar pukul 09.30 WITA, warga yang diketahui bernama I Kadek Agus Adiguna (33) melihat seekor penyu terdampar dan tak bergerak. 

Karena penasaran, ia kemudian mendekati penyu tersebut dan tak disangka dalam kondisi sudah mati. 

Atas temuan tersebut, warga langsung melaporkannya ke pihak berwajib. 

Tim dari Polsek Mendoyo serta aparat desa setempat bergegas menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. 

Diketahui, jenis satwa tersebut adalah penyu lekang dengan panjang 98 centimeter dan lebar 60 centimeter. 

"Penyu ditemukan sudah dalam kondisi mati. Astungkara tidak ditemukan luka pada tubuhnya," jelas Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi, Rabu 29 April 2026. 

Dia melanjutkan, setelah pengecekan awal, petugas Polsek Mendoyo kemudian berkoordinasi dengan tim dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. 

Sesuai hasil koordinasi, akhirnya disepakati untuk segera dilakukan penguburan terhadap bangkai penyu tersebut tak jauh dari lokasi penemuan. 

"Kemudian disepakati untuk dikubur sebagai upaya mencegah pencemaran lingkungan serta menghindari gangguan kesehatan masyarakat sekitar," ungkapnya. 

Terpisah, petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Dewa Gede Tri Bodhi Saputra menyebutkan, laporan adanya penyu terdampar dalam kondisi mati tersebut ia terima tak lama setelah ditemukan warga. 

Setelah itu dilakukan pengukuran atau pengecekan awal dilanjutkan dengan proses penguburan. 

Menurutnya, jika melihat dari ukurannya, penyu jenis lekang tersebut sudah masuk usia dewasa dengan estimasi usia 8-12 tahun.

"Untuk penyebab kematiannya masih belum bisa dipastikan. Mengingat banyak faktor yang bisa saja menyebabkan kematian satwa dan perlu dilakukan prosedur nekropsi untuk memastikan," jelas Dewa Bodhi saat dikonfirmasi. 

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved