Breaking News:

Penemuan Mayat di Denpasar

Terkait Warga yang Meninggal Usai Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Angkat Bicara

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya angkat bicara mengenai kasus Abdullah Malanua yang meninggal dunia usai divaksin Covid-19

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya - Terkait Warga yang Meninggal Usai Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Angkat Bicara 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengenai kasus salah seorang warga yang meninggal dunia usai divaksin Covid-19 di Kota Denpasar, Bali pada beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya angkat bicara.

Melalui rilis dari Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Suarjaya merilis hasil Autopsi Verbal Kronologis meninggalnya Bapak Abdullah Malanua (44) yang diberitakan meninggal setelah mendapatkan vaksinasi AstraZeneca.

Dalam rilisnya, Ketut Suarjaya menyampaikan bahwasanya korban yang berprofesi sebagai tukang jahit ini sudah sakit kurang lebih dari seminggu yang lalu dan hanya istirahat di kamar, jarang keluar apalagi bekerja.

Sakit yang dikeluhkan adalah sakit kepala yang terus-menerus bahkan kadang-kadang almarhum sampai muntah-muntah, dan keringat dingin.

Baca juga: Tim KIPI Denpasar Selidiki, Terkait Abdul yang Meninggal Diduga Setelah Vaksin Covid-19

Almarhum juga dikatakan memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol.

Pada saat almarhum ikut vaksin, semua proses screening dan lain sebagainya sudah dilakukan dan kondisi beliau saat itu memungkinkan untuk mendapatkan vaksin.

Kemudian dua hari setelah vaksin beliau ditemukan meninggal.

“Kita tidak bisa menyimpulkan kalau beliau meninggal karena vaksin. Setelah vaksin ada observasi dan beliau baik-baik saja. Jadi jangan sedikit-sedikit ada orang meninggal dikaitkan dengan Covid atau ada yang meninggal setelah beberapa harinya mendapatkan vaksin dikaitkan meninggal karena vaksin. Mari kita cari dulu data yang akurat dari orang yang kompeten sebelum kita memberitakan ke tengah masyarakat, dengan demikian informasi tidak bias dan timbul rasa khawatir dari masyarakat untuk vaksin,“ tuturnya.

Abdul Terbujur Kaku di Kos Jl Pulau Sebatik Denpasar, Sempat Ikut Vaksin & Punya Riwayat Hipertensi

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved