Liga 1
Kapolri Pastikan Izin Liga 1 dan Liga 2 Indonesia Segera Terbit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, izin penyelenggaraan kompetisi sepak bola itu akan dikeluarkan dalam waktu dekat.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera menerbitkan izin penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, izin penyelenggaraan kompetisi sepak bola itu akan dikeluarkan dalam waktu dekat. ”Dalam waktu dekat,” kata Sigit saat dikonfirmasi, Sabtu 29 Mei 2021.
Jenderal bintang empat itu mengatakan pihaknya telah mendiskusikan seluruh persyaratan dan teknis kompetisi tersebut mengingat pandemi Covid-19 masih melanda.
Sigit meminta semua penyelenggara mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Bek Bali United, Haudi Abdillah Akui Tak Sabar Hadapi Laga Uji Coba, Piala AFC dan Liga 1
Baca juga: The Flash Siap Berikan Segalanya, Target Juara Liga 1 2021 Bersama Bali United
”Sudah kita diskusikan syarat teknis terkait masalah protokol kesehatan. Sehingga penyelenggaraan tetap ikuti aturan protokol kesehatan untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19,” kata mantan Kabareskrim itu.
Senada dengan Sigit, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali juga mengatakan bahwa izin penyelengaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bakal segera diterbitkan oleh Polri.
Ia mengatakan, izin itu segera dikeluarkan dan tinggal menunggu kepulangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari Papua.
”Untuk izin Liga 1 dan Liga 2, saya sudah menandatangani rekomendasi berdasarkan surat PSSI. Insya Allah di forum ini izin itu akan dikeluarkan. Jadi bapak ibu tidak usah tanya-tanya lagi ke Ketum PSSI, gimana izin Liga. Saya sebagai Menpora yang jamin, Insya Allah kita tinggal tunggu Pak Kapolri tiba di Jakarta,” kata Amali saat memberikan sambutan sekaligus membuka Kongres PSSI yang diadakan di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu 29 Mei 2021.
Dalam paparannya, Amali juga turut menyambut baik soal keputusan PSSI yang tetap membuat aturan degradasi dan promosi di Liga 1 2021.
Menurutnya, dengan aturan tersebut kompetisi bakal berjalan lebih kompetitif dan para pemain bisa menunjukkan kualitasnya sehingga para pemain bisa juga berkontribusi secara maksimal di Timnas Indonesia.
”Kompetisi ini berbeda dengan turnamen. Aturan kompetisi harus ada misalnya beberapa waktu lalu diskusi hingga apakah ada promosi, degradasi atau tidak. Alhamdulillah PSSI sudah ambil keputusan dan pemerintah mendukung itu,” kata Amali.
”Dari kompetisi ini kita harapkan akan lahir pemain-pemain terbaik yang ujungnya bisa jadi pemain Timnas Indonesia. Atmosfer yang ada di turnamen dan kompetisi kan pastinya berbeda sehingga kita bisa menilai pemain ini layak masuk Timnas atau tidak,” ujarnya.
Dalam Kongres PSSI kali ini ada beberapa agenda yang dibahas antara lain menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan PSSI tahun 2020, penyampaian rencana program dan keuangan PSSI tahun 2021, pengesahan perubahan dan pemberhentian anggota PSSI, dan pengesahan/pemberhentian serta perubahan domisili anggota PSSI.
Sejumlah pemilik suara tampak hadir dalam kongres kali ini, termasuk selebritas top Indonesia Raffi Ahmad. Ia hadir sebagai pemilik klub RANS Cilegon FC yang bakal berlaga di Liga 2 2021.
Selain Raffi, hadir pula pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu duduk bersama 86 voter lainnya yang hadir di acara kongres ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapolri-86.jpg)