Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kesehatan

Bagi Ibu Menyusui, Coba Tips Berikut Ini Jika Hasil ASI Perah Sedikit

Jangan khawatir, ibu menyusui. Proses memerah dengan pompa ASI memang tidak selamanya lancar.

Shutterstok via Kompas.com
Ilustrasi ASI Perah. 

KOMPAS.COM - Para ibu menyusui kerap mengeluhkan hasil air susu ibu (ASI) perahnya sedikit.

Terlebih saat kondisi para pejuang ASI dilanda stres tenggat atau target pekerjaan dari kantor.

Hasil memerah dari pompa ASI di sela-sela waktu istirahat bekerja pun jadi tidak optimal.

Akibatnya, ibu menyusui jadi merasakan stres dobel. Stres memikirkan asupan bayi plus pekerjaan.

Baca juga: 10 Makanan Ini Dapat Membantu Meredakan atau Mencegah Gejala Menopause, Apa Saja Itu?

Jangan buru-buru khawatir, ibu menyusui. Proses memerah dengan pompa ASI memang tidak selamanya lancar.

Namun, lewat beberapa cara melancarkan ASI sederhana, produksinya bisa dimaksimalkan di sela-sela waktu memerah yang minim.

Melansir Healthline, berikut tips melancarkan produksi ASI perah:

1. Memompa ASI lebih sering

Lebih sering dipompa, produksi ASI makin banyak. Ibu menyusui bisa menerapkan teknik cluster pumping.

Baca juga: 4 Gejala Asam Lambung yang Harus Diwaspadai, Mulai Mual hingga Nyeri Dada

Caranya dengan memompa setiap lima menit untuk memberikan stimulasi pada payudara.

Saat payudara terasa penuh, tubuh ibu menyusui mendapat sinyal untuk berhenti membuat susu.

Sebaliknya, payudara kosong memicu produksi ASI, sehingga semakin banyak susu yang bisa dihasilkan.

Teknik cluster pumping boleh jadi tidak praktis diterapkan di tempat kerja atau saat beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: Tips Hemat Belanja Perlengkapan Bayi, Calon Ibu dan Bapak Wajib Tahu

Namun, ibu menyusui bisa melakukannya pada malam hari di rumah atau saat akhir pekan. Coba selama beberapa sesi sampai produksi meningkat.

Ingat, jangan lupa tetap menjaga pasokan cairan agar tidak dehidrasi saat menyusui atau memerah ASI. Cara lainnya, bisa menambahkan sesi memompa ekstra di siang hari, terutama buat ibu menyusui yang bekerja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved