Berita Bali
Izinkan Desa Wisata Buka Lagi, Gus Menteri Dukung Pemulihan Pariwisata Bali
Pandemi Covid-19 ikut menghancurkan sektor perekonomian Bali yang selama ini bergantung dari sektor pariwisata.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 ikut menghancurkan sektor perekonomian Bali yang selama ini bergantung dari sektor pariwisata.
Sudah selama 1,5 tahun belakangan ini kondisi Bali yang sepi kunjungan wisatawan, baik dari domestik maupun mancanegara membuat prihatin banyak pihak.
Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menyelamatkan pariwisata Bali adalah wacana work from Bali.
Bahkan, baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan membuat program Work From Bali (WFB) untuk para Aparatur Sipil Negara.
Baca juga: Dukung Pemulihan Pariwisata Bali, Mendes PDTT Beri Izin Pembukaan Kembali Desa Wisata
Terkait hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar yang akrab dipanggil Gus Menteri mendukung adanya wacana tersebut.
Menurutnya, pariwisata Bali sudah saatnya dibangkitkan kembali dari keterpurukannya akibat hantaman pandemi Covid-19.
“Jadi begini, Bali ini kan ikon nasional. Kemudian kehidupan di Bali dari sisi pariwisatanya sangat segera dibangkitkan ke Bali,” katanya saat mengunjungi Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu 29 Mei 2021.
Ia mengaku, pemerintah pusat berupaya keras untuk ikut bahu-membahu membangun kembali pariwisata Bali.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap Bali segera menjadi daerah yang bebas Covid, sehingga perputaran ekonomi di Pulau Dewata itu kembali normal.
“Secara bertahap pemerintah akan melakukan perlakuan khusus ke Bali untuk mempercepat pemulihan wisata. Misalnya, pada saatnya Bali akan menjadi daerah yang paling steril Covid, dibuka pariwisata di Bali, tapi Covid-nya diseleksi,” katanya.
Salah satu langkah untuk mendukung pemulihan pariwisata Bali dan dukungan program Work From Bali sendiri pihaknya mengizinkan dibukanya desa wisata di Bali.
“Bentuk dukungan dari kementerian desa akan melakukan hal sama dengan membuka seluruh desa wisata di Pulau Bali sebagai landasan pemulihan ekonomi,” imbuhnya.
Terkait dana desa ini sudah merupakan komitmen Presiden Joko Widodo dan sampai saat ini jumlah dana desa di Indonesia mencapai Rp 72 triliun.
Mengenai penggunaan dana desa tidak pernah berubah.
Sama saja saat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menteri-desa-pembangunan-daerah-tertinggal-dan-transmigrasi-abdu.jpg)