Breaking News:

Ngopi Santai

Thomas yang Tak Mudah Percaya

Thomas cenderung meragukan segala hal. Skeptis. Tak lekas percaya kalau belum lihat bukti.

MICHAEL STEELE / POOL / AFP
Pelatih Chelsea asal Jerman Thomas Tuchel (kanan) duduk bersama keluarganya setelah memenangkan pertandingan final Liga Champions UEFA di stadion Dragao di Porto pada 29 Mei 2021. Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel berkenan memberikan komentar setelah membawa The Blues juara Liga Champions. 

TRIBUN-BALI.COM -- Thomas cenderung meragukan segala hal. Skeptis. Tak lekas percaya kalau belum lihat bukti.

Karena karakternya macam itu Si Thomas jarang umbar janji. Sebaliknya dia selalu berusaha memberi bukti empiris.

"Saya tidak menjanjikan trofi atau gelar apapun. Janji saya adalah bekerja sebaik-baiknya untuk tim."

Begitu pernyataan Thomas Tuchel kepada utusan pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich yang menemuinya di Paris dua hari setelah hari Natal tahun 2020.

Sang miliader dari Rusia rupanya jatuh hati. Kalau Roman sudah jatuh cinta segala urusan pasti beres.

Sebulan kemudian, 26 Januari 2021, Thomas Tuchel resmi menjadi pelatih Chelsea.

Dia menggantikan Frank Lampard, anak muda yang harus belajar lebih banyak lagi menjadi pelatih agar lebih sukses di masa depan.

The Blues memecat Lampard menyusul hasil buruk yang diraih N'Golo Kante dkk pada paruh pertama Liga Inggris musim 2020-2021.

Tuchel tinggalkan Paris Saint-Germain (PGS), klub yang dia bawa sampai ke final Liga Champions 2020 yang akhirnya menyerah 0-1 atas Bayern Muenchen.

Empat bulan tiga hari bekerja di Stamford Bridge, kinerja Thomas Tuchel luar biasa.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved