Ngopi Santai

Thomas yang Tak Mudah Percaya

Thomas cenderung meragukan segala hal. Skeptis. Tak lekas percaya kalau belum lihat bukti.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
MICHAEL STEELE / POOL / AFP
Pelatih Chelsea asal Jerman Thomas Tuchel (kanan) duduk bersama keluarganya setelah memenangkan pertandingan final Liga Champions UEFA di stadion Dragao di Porto pada 29 Mei 2021. Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel berkenan memberikan komentar setelah membawa The Blues juara Liga Champions. 

Thomas buka botol sampanye lalu dia semprotkan ke seluruh pemain.

Skuat Chelsea pun berjingkrak girang mengitari trofi Liga Champions Eropa yang diletakkan di tengah ruang ganti.

Aksi Tuchel tidak berakhir di situ. Setelah semprot minuman, Thomas melepas kedua sepatunya.

Pertama pelatih asal Jerman itu melepas sepatu kanan. Lalu sepatu kiri. Sepasang sepatu itu kemudian dimasukkan Tuchel ke dalam trofi Liga Champions.

Aksi uniknya lagi-lagi disambut teriakan dan lompatan pemain Chelsea. Setelah itu, Reece James Cs bersamaan mengangkat sepatu kiri Thomas Tuchel seperti layaknnya trofi Liga Champions.

Mengapa pria kelahiran Krumbach, 29 Agustus 1973 itu melepas sepatu? Seusai laga final Liga Champions, Thomas Tuchel sempat bilang begini.

"Para pemain Chelsea berjuang sangat keras pada laga final ini. Kami bekerja seperti ingin meletakkan batu di sepatu para pemain Man City," kata Thomas Tuchel.

Racikan taktik Thomas Tuchel di Porto Sabtu malam memang bagaikan batu karang. Mengunci mati setiap inci pergerakan Man City selama satu setengah jam.

Pep Guardiola kehilangan sentuhan magisnya. Tak ada tiki-taka. Nihil sentuhan maut ke gawang The Blues. Man City rajin bergerak tapi tak efektif. Gol yang dinanti tak pernah tiba.

Setelah bekerja selama empat bulan di Inggris, Thomas Tuchel menorehkan catatan sejarah bagi klub dan rekor pribadinya.

Dia mempersembahkan gelar juara Liga Champions bagi Chelsea sekaligus trofi ke-30 sepanjang sejarah klub tersebut. Secara pribadi inilah trofi Liga Champions pertamanya sebagai arsitek tim.

Thomas Tuchel kini menyamai prestasi sejawatnya asal Jerman, Juergen Klopp (Liverpool) dan Hansi Flick (Bayern Muechen).

Liga Champions Eropa tiga musim terakhir dikuasai pelatih berkebangsaan Jerman, negeri adidaya bola.

Trofi Liga Champions musim ini merupakan pencapaian terbaik Tuchel. Grafik prestasinya memang terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.

Saat masih di Paris, Thomas Tuchel sejatinya memiliki reputasi apik bersama PSG.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved