Kerajaan Inggris
40.000 Orang Tanda Tangan Petisi Agar Ratu Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry
Isi petisi tersebut mendesak Duke of Sussex untuk secara sukarela meminta Ratu Elizabeth II menangguhkan gelarnya.
TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Perkembangan terbaru mengenai Pangeran Harry makin menarik.
Dilaporkan, puluhan ribu orang di Inggris telah menandatangani petisi yang mendesak Pangeran Harry agar meminta neneknya, Ratu Elizabeth II menangguhkan gelar kerajaan miliknya.
Petisi tersebut diluncurkan dua pekan lalu oleh Lady Colin Campbell, yang menulis buku "Meghan and Harry: The Real Story."
Isi petisi tersebut mendesak Duke of Sussex untuk secara sukarela meminta Ratu Elizabeth II menangguhkan gelarnya.
Baca juga: Pangeran William Cemas Adiknya Pangeran Harry Kebablasan hingga Merusak Relasi Keluarga
Baca juga: Pernyataan Pangeran Harry Ini Membuat Sang Nenek Kecewa
Artinya gelar tersebut tidak digunakan untuk sementara. Kepada Daily Star, secara eksklusif Lady Colin Campbell mengungkapkan peluncuran petisi itu merupakan "hal yang benar untuk dilakukan."
"Saya telah berbicara dengan orang-orang, banyak orang, yang berpikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan dan itu adalah solusinya.”
"Ini adalah solusi yang bermartabat untuk semua pihak. Untuk tidak mempermalukan siapa pun dan melindungi semua orang. Saya pikir ini adalah cara yang manusiawi untuk menyelesaikan situasi yang sangat disesalkan," kata Campbell melansir Daily Star pada Senin 31 Mei 2021.
Hari Selasa 1 Juni 2021, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 40.000 orang dari target 50.000 tanda tangan. Petisi tersedia untuk ditandatangani di Change.org.
Ribuan orang Inggris lainnya telah bergabung dengan petisi tersebut.
Beberapa dari mereka juga mengatakan Pangeran Harry "merusak negara kita."
Orang-orang yang menandatangani petisi itu juga telah membagikan pendapat dan alasan mereka atas tindakan itu.
"Menggunakan gelarnya untuk menimbulkan masalah merusak negara kita," tulis seseorang. Yang lain menulis: "Mereka tidak pantas mempertahankan gelar, terutama ketika mereka menggunakannya untuk keuntungan pribadi."
Orang ketiga menambahkan: "Tindakannya saat ini merusak negara ini dan bertentangan dengan bagaimana seorang Royal (Keluarga Kerajaan Inggris) diharapkan untuk berperilaku."
Berbicara kepada Daily Star, Lady Campbell mengatakan dia yakin Harry dan istrinya Meghan Markle masih bisa "menjual merek mereka" tanpa gelar kerajaan Inggris.
"Ini adalah solusi terbaik, karena membebaskan Harry menuruti kehendaknya sendiri, tanpa konsekuensi dan tanpa merusak institusi monarki Inggris, rakyat Inggris dan dirinya sendiri,” ujar pakar kerajaan itu.
Menurutnya, keputusan itu justru akan membebaskan Harry. Sebab Harry dinilai sudah “cukup besar” sehingga tidak membutuhkan gelar kerajaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/harry-konser.jpg)