Breaking News:

Berita Gianyar

Diduga Ada Ketidakadilan, Kini Tenaga Harian Lepas Kantor DLH Gianyar yang Mengeluh Soal Gaji

Hanya saja, hal ini menimbulkan kecemburuan sejumlah pegawai, terutama THL yang mengabdi sudah relatif lama di sana.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak Pemerintah Kabupaten Gianyar memotong gaji tenaga harian lepas (THL), akibat efisien anggaran pasca pandemi covid-19, menyebabkan sejumlah pegawai THL kehilangan jam kerja.

Namun, pemotongan hanya di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar,

Sehingga, hal tersebut menimbulkan kecemburuan antar THL. Itu diduga akibat adanya aksi penyelamatan jam kerja sejumlah pegawai.

Penyelamatan jam kerja yang dimaksudkan adalah, sejumlah pegawai yang kontrak kerjanya sebagai pegawai internal kantor, kini ditambahkan jam kerjanya sebagai petugas lapangan.

Baca juga: Ini Tanggapan Kadis DLH Gianyar Soal Keluhan Perbedaan Pendapatan Petugas di TPA Temesi

Rangkap pekerjaan tersebut berhasil menyelamatkan gaji pegawai tersebut, bahkan ada yang gajinya justru bertambah.

Hanya saja, hal ini menimbulkan kecemburuan sejumlah pegawai, terutama THL yang mengabdi sudah relatif lama di sana.

"Saya mengerti kebijakan bupati, karena kondisi keuangan daerah. Tetapi kebijakan kepala dinas, sangat tidak masuk akal.

Saya yang bekerja lebih lama, dapat gaji lebih sedikit dibandingkan yang mulai bekerja belakangan," ujar seorang sumber, Selasa 1 Juni 2021.

Hal tersebut dikarenakan adanya rangkap tugas.

Dia menilai, hal tersebut tentu bertujuan baik. Namun dikarenakan tidak adil karena banyak yang bekerja sudah lama di DLH justru tidak mendapatkan perlakuan itu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved