Breaking News:

Israel

Pemimpin Oposisi Israel Yair Lapid Yakin Bisa Menggulingkan Benjamin Netanyahu

Yair Lapid, seorang sekuler sentris, telah berkomunikasi n dengan nasionalis sayap kanan, Naftali Bennett tentang aliansi perubahan Israel.

Editor: DionDBPutra
Yonathan SINDEL/POOL/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset atau Parlemen Israel di Yerusalem pada 22 Desember 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Dinamika politik dalam negeri Israel memanas. Hari Senin 31 Mei 2021, pemimpin oposisi politik Israel dalam negeri, Yair Lapid mengatakan yakin bisa menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Yair Lapid, seorang sekuler sentris, telah berkomunikasi  dengan nasionalis sayap kanan, Naftali Bennett tentang aliansi perubahan Israel.

Dilansir AFP Senin 31 Mei 2021, Yair Lapid berpeluang menggeser Netanyahu ketika jutawan teknologi, Bennett menyatakan ingin bergabung dalam "pemerintah persatuan nasional".

Baca juga: Profil Lengkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perjalanan Penuh Liku

Baca juga: Manuver Politik PM Israel Benjamin Netanyahu, Janjikan Muslim Arab Jadi Menteri

Gejolak politik Israel terbaru ini terjadi lebih dari dua bulan setelah pemilihan keempat Israel yang dianggap tidak meyakinkan.

Hal ini menjadi kesempatan menggulingkan pemimpin sayap kanan Benjamin Netanyahu yang juga dikenal dengan sebutan Bibi yang telah berkuasa di Israel selama 15 tahun.

Perundingan politik Israel yang intens terjadi setelah berlangsung konflik senjata 11 hari dengan kelompok Hamas di kantong Palestina, Gaza, yang beakhir dengan gencatan senjata pada 21 Mei 2021.

Koalisi anti-Netanyahu masih membutuhkan dukungan partai lainnya dan anggota parlemen untuk mendapatkan mayoritas 61 kursi di badan legislatif Israel, Knesset, yang beranggotakan 120 orang.

Yair Lapid memperingatkan koalisinya terhadap tantangan yang ada, tetapi ia memberikan nada optimistis yang hati-hati.

"Kita harus mengatasinya bersama-sama," kata Yair Lapid kepada anggota partai Yesh Atid.

"Ujian pertama kami, untuk melihat apakah kami dapat menemukan kompromi cerdas dalam beberapa hari mendatang untuk mencapai tujuan yang lebih besar," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved