Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penjualan Masker Medis Kian Menurun, Dulu 200 Boks Per Bulan Kini Hanya 20 Boks

Ketika ditemui, CEO Sanidata Group, Tri Kartono Andrias mengatakan harga masker medis yang ia jual sudah mengalami penurunan harga.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Eviera Paramita Sandi
Shutterstock/Chyzh Galyna
Ilustrasi masker 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Adanya penularan virus Covid-19 di seluruh dunia terutama di Indonesia mau tidak mau membuat semua orang harus menggunakan masker agar tidak tertular Covid-19.

Pada awal munculnya pandemi Covid-19, keberadaan masker sempat sulit ditemukan. 

Bahkan keberadaan masker medis ketika awal pandemi Covid-19 memasuki wilayah Bali, bisa dibilang sangat langka.

Namun seiring berjalannya waktu, harga masker medis saat ini kian menurun.

Seperti harga masker pada salah satu toko Distributor resmi alat-alat medis di Kota Denpasar yakni, Sanidata.

Ketika ditemui, CEO Sanidata Group, Tri Kartono Andrias mengatakan harga masker medis yang ia jual sudah mengalami penurunan harga.

"Sekarang ini harga masker banyak yang turun, cuma kalau yang resmi yang terdaftar e-catalog, masih diharga 42 ribu per boks merek Onemed kalau yang tidak ada di e-catalog saya bisa jual 30 ribu," ungkapnya pada, Rabu 2 Juni 2021.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, penjualan masker medisnya justru menurun karena, dahulu produsen masker sangat sedikit.

Dan jika dibandingkan dengan sekarang sudah banyak produsen masker bahkan jumlahnya hingga ratusan produsen masker yang ada di dalam Negeri.

"Turun jauh sekali (penjualannya). Misalkan dulu kita jual 200 boks diawal pandemi sekarang hanya 20 boks. Sekarang hanya sekitar 20 boks saja sudah susah. Padahal dulu harganya tinggi sekali. Ya kalau sekarang karena kita bersaing dengan produsen yang murah-murah. Kalau yang beredar di pasaran coba dicek ada kode Menkes nya atau tidak, kalau BNPB sekarang sudah tidak berlaku lagi," tambahnya.

Menurutnya masker yang harganya mulai dari 20 ribu atau 25 ribu rata-rata merupakan masker impor atau masker sisa dulu yang belum terjual.

Dan biasanya masker-masker tersebut tidak masuk dalam e-catalog atau pedoman pemerintah untuk membeli alat-alat medis dalam bentuk website.

Sama halnya dengan masker, penjualan Hand sanitizer juga lebih turun lagi.

Hal tersebut dikarenakan saat ini banyak harga hand sanitizer yang cukup terjangkau.

"Dari Rumah Sakit juga sudah turun permintaannya. Malah masker N95 jarang banget yang beli, sekarang harganya sekitar 250 ribu isi 20 biji (12.500/biji). Dulu 50 ribu sampai 100 ribu perbiji harganya. Sekarang kebanyakan masyarakat pakai masker medis yang biasa aja. Untuk stok kita ada, gak seperti dulu selalu kehabisan. Mau perlu berapa, kita ada (ketersediaan masker)," imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved