Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Perbaikan Irigasi di Sebatu, Empat Subak di Kedisan Gianyar Alami Kekeringan

Tanah sawah mereka kering kerontang akibat adanya perbaikan saluran irigasi di Desa Sebatu, Tegalalang, sehingga tidak bisa bertanam padi

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
ist
Kondisi lahan persawahan di Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali, Rabu 2 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selama pandemi covid-19, banyak warga di Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali yang kehilangan mata pencaharian.

Tak sedikit di tahun ini, yang telah mempersiapkan diri untuk terjun ke bidang pertanian untuk bertahan hidup.

Namun semangat bertani yang berkobar tersebut harus pupus.

Sebab tanah sawah mereka kering kerontang akibat adanya perbaikan saluran irigasi di Desa Sebatu, Tegalalang.

Sehingga tidak bisa bertanam padi, sebagaimana jenis pertanian yang ditekuni secara turun menurun di sana.

Mereka semakin terpukul, lantaran perbaikan saluran irigasi itu terjadi saat musim kemarau, sehingga bertani menjadi sangat sulit.

Masalah Kekeringan di Subak Balangan Belum Kelar, Badung Akan Berupaya Wujudkan Pengairannya

Pembagian Air Tak Adil, 100 Ha Lahan Subak Balangan Mengwi Kekeringan 21 Tahun 

Bahkan, tanaman jagung yang selama ini dijadikan alternatif tanaman karena membutuhkan air sedikitpun, tidak bisa hidup di sana.

Meskipun mengeluhkan proyek irigasi tersebut, para petani di Desa Kedisan tidak bisa berbuat banyak.

Mereka hanya berharap proyek tersebut bisa secepatnya rampung. 

Perbekel Kedisan, Dewa Ketut Raka, Rabu 2 Juni 2021 membenarkan saat inj, sejumlah subak di wilayah sedang tidak bisa ditanami padi.

Hal tersebut dikarenakan sedang ada perbaikan saluran irigasi di kawasan Desa Sebatu.

Dimana selama ini, subak-subak di Desa Kedisan, memanfaatkan air yang mengalir dari kawasan Sebatu.

"Sekarang di Sebatu ada proyek, sehingga otomatis aliran irigasi air sungai sebatu  tertutup, sehingga subak yang memanfaatkan air dari sana, kini kekeringan. Di antaranya Subak Pakudui, Subak Kedisan Kaja, Kedisan Kelod, dan Subak kebon. Otomatis kekeringan," ujarnya.

Kata dia, proyek tersebut diprediksi sampah akhir tahun ini.

Karena itu, selama proyek berlangsung, pihaknya meminta agar petani di wilayahnya, agar menanam tanaman alternatif, dengan harapan supaya lahan persawahan di sana tidak terbengkalai. 

Alami Kekeringan, Ketua Komisi II DPRD Badung Sebut Saluran Pembagi Air ke Subak Balangan Kecil

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved