Breaking News:

Berita Badung

Insentif Sulinggih, Pemangku, Bendesa Adat dan Pekaseh di Badung Bakal Dipotong, Ini Sebabnya

Kendati demikian Pemerintah Kabupaten Badung tetap memprioritaskan insentif tersebut agar tetap bisa direalisasikan.

Tribun Bali/Agus Aryanta
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Nafkah atau insentif bagi sulinggih dan pemangku, bendesa adat serta pekaseh di kabupaten Badung dipastikan akan dipotong, akibat kondisi keuangan Badung merosot.

Kendati demikian Pemerintah Kabupaten Badung tetap memprioritaskan insentif tersebut agar tetap bisa direalisasikan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung I Gde Eka Sudarwitha tidak menampik hal itu.

Pihaknya mengaku melihat kondisi keuangan yang terjadi saat ini kemungkinan besaran nafkah itu berkurang dari sebelumnya.

Baca juga: Polda Bali Dirikan Gedung Baru Dit Reskrimsus, Disokong APBD Badung Rp38,7 Miliar

“Sesuai arahan dari pimpinan, itu diupayakan tetap terbayar walaupun ada sedikit penyesuaian-penyesuaian,” kata Sudarwitha saat dikonfirmasi, Kamis 3 Juni 2021

Penyesuaian yang dimaksud, tambah Sudarwitha berkaitan dengan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Badung di tengah situasi Pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

Dirinya menyebutkan, karena kondisi keuangan daerah, mungkin akan ada sedikit penurunan.

“Mohon maaf kami belum bisa menyampaikan secara detail karena saat ini masih berhitung terkait hal itu (Penurunan –red),” katanya.

Disinggung mengenai penurunan tersebut,  Sudarwitha menyampaikan perkiraan pengurangan nafkah terhadap sulinggih, pemangku, bedesa adat dan pekaseh sekitar 30 Persen.

Kendati demikian pihaknya tetap  mengaku masih berhitung.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved