Berita Badung
Pendapatan Pemkab Badung Merosot, Gaji Tenaga Kontrak hingga TPP ASN Dikabarkan Kena Pemotongan
Tidak hanya itu gaji tenaga kontrak baik pegawai maupun guru juga akan dipotong, termasuk Kepala Lingkungan (Kaling)
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Keuangan Kabupaten Badung kini merosot tajam. Bahkan di tengah pandemi covid-19 ini Badung betul-betul memanfaatkan uang untuk skala prioritas.
Sayangnya kini, mencuat kabar Badung akan kembali melakukan rasionalisasi.
Tidak hanya itu gaji tenaga kontrak baik pegawai maupun guru juga akan dipotong, termasuk Kepala Lingkungan (Kaling).
Selain itu, ada juga pemangkasan untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga: Bupati Badung Giri Prasta Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 Secara Virtual
Informasi yang didapat, rencana rasionalisasi Pemkab Badung yang akan dilakukan yakni pemotongan TPP untuk ASN.
TPP itu dipotong sekitar 50 persen dari sisa realisasi.
Begitu juga gaji tenaga kontrak dipotong merata 30 persen dan berlaku di bulan Mei 2021.
Selain itu gaji guru kontrak di bawah Disdikpora Badung juga mengalami pemotongan.
Honor guru kontrak ini dipotong Rp 50 ribu per jam dari sebelumnya mendapat Rp 125 ribu per jam.
Pemberlakuan pemotongan untuk guru kontrak ini mulai dari bulan Mei 2021.
Tidak hanya itu, ada juga pemotongan gaji kaling yang kini Rp 4 juta dari sebelumnya mendapat gaji Rp 6,4 juta . Ini juga berlaku di bulan Mei 2021.
Menyikapi hal itu, Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa yang dikonfirmasi pada Rabu 2 Juli 2021 tidak menampik kalau nanti ada kegiatan yang dilakukan rasionalisasi.
Hanya saja kini rencana rasionalisasi masih berproses.
"Pandemi ini sangat berdampak bagi Badung. Bahkan 85 persen kita hidup dari pariwisata," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Badung Tak Berani Pastikan Kapan PTM Digelar, Rencana di Bulan Juli Terancam Batal
Adi Arnawa mengatakan Badung sendiri banyak ditunjang dari Pajak Hotel dan Restoran yang otomatis berdampak terhadap penurunan pendapatan.