Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Diserang Hama, Disperpa Badung Bali Catat GKG 11,371 Ton dan Pastikan Surplus

Wijana menyebutkan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan. 

Tayang:
istimewa
Kadis Disperpa Badung I Wayan Wijana. Diserang Hama, Disperpa Badung Bali Catat GKG 11,371 Ton dan Pastikan Surplus 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meski sejumlah lahan petani di Kabupaten Badung diserang hama baik itu kresek dan tikus, namun Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung memastikan hasil beras mengalami surplus. Mengingat sejumlah lahan pertanian ada yang sudah panen raya.

Dari data yang dihimpun di Dinas Pertanian dan Pangan Badung sampai akhir Agustus 2025, jumlah Gabah Kering Giling (GKG) yang dihasilkan sudah mencapai 11.371,29 ton atau setara dengan 7.119,57 ton beras. 

Kadis Disperpa Badung, I Wayan Wijana mengakui, meski ada lahan terserang hama namun pihaknya mencatat GKG masih surplus. 

Bahkan diakui kebutuhan beras masih mumpuni, bahkan melebihi.

Baca juga: Hama Tikus Kembali Muncul Di Gianyar Bali, Distanak Tekankan Teknik Ngeropyok

"GKG kita di Badung sampai Akhir Agustus ini mencapai 11.371,29 ton atau setara dengan 7.119,57 ton beras. sedangkan kebutuhan beras untuk di Badung hanya  4.120,12 ton," ujarnya Kamis 28 Agustus 2025

Pihaknya meyakini meski hingga akhir tahun, kebutuhan beras di Badung masih surplus. 

Sehingga pihaknya tidak khawatir dengan pasokan beras yang ada.

"Apalagi saat ini hasil petani sudah langsung diambil oleh Perumda Pasar. Sehingga petani tidak khawatir meski hasil pertanian melimpah," bebernya.

Wijana juga menyebutkan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan. 

"Kami bersama seluruh jajaran, dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah, akan terus berupaya agar produksi gabah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu," tambahnya.  

Sebelumnya, Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengakui jika pertanian diharapkan menjadi konsep bisnis, sehingga ke depannya dapat melahirkan generasi muda yang mampu mengembangkan pertanian dari metode konvensional ke arah yang lebih modern. 

Selain merencanakan perkebunan kopi, Badung juga akan mengembangkan sektor pertanian lainnya.
  
"Saat ini, kami sedang mengkaji program insentif untuk produk pertanian sesuai dengan arahan pimpinan kami. Insentif ini berupa jaminan harga HPP plus 20 persen yang akan dikaji dan diberikan oleh pemerintah. Selama ini, petani sering mengalami ketidakpastian dalam menanam apakah hasil panen mereka akan dibeli atau tidak. Kami telah memberikan subsidi berupa pupuk, benih, dan alat pertanian, tetapi setelah panen, sering kali tidak ada pihak yang membeli hasil pertanian mereka. Akibatnya, jerih payah mereka terasa sia-sia karena tidak terselesaikannya masalah penjualan," jelasnya. 

Ia menambahkan, bahwa kajian lebih lanjut akan dilakukan terkait hal ini. 

Nantinya, dana akan diberikan kepada Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, yang akan berperan sebagai off-taker atau penjamin pembelian hasil pertanian. 

Dengan adanya skema HPP plus 20 persen, pemerintah akan menjamin harga jual hasil pertanian.  

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved