Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Kesehatan

Kenali Prolaktin dan Oksitosin, Hormon yang Pengaruhi ASI pada Ibu Menyusui

"Kalau kita sedang menjadi ibu menyusui, ada dua hormon yang mempengaruhi seperti hormon prolaktin dan oksitosin."

istimewa
Ilustrasi Ibu Menyusui - Kenali Prolaktin dan Oksitosin, Hormon yang Pengaruhi ASI pada Ibu Menyusui 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selama ini sudah banyak beredar mitos terkait ASI di kalangan masyarakat.

Misalnya, ibu yang makan pedas membuat bayi diare.

Namun ternyata mitos tersebut tidak sepenuhnya benar.

Seperti yang dikatakan oleh, Gek Wulan Mahaswari selaku Konselor Menyusui serta Ketua Aimi (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Cabang Provinsi Bali yang menjelaskan bahwa makanan dam minuman sebenarnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ASI. 

"Sebenarnya dari makan dan minuman tidak berpengaruh signifikan terhadap ASI."

Baca juga: Bagi Ibu Menyusui, Coba Tips Berikut Ini Jika Hasil ASI Perah Sedikit

"Kalau kita sedang menjadi ibu menyusui, ada dua hormon yang mempengaruhi seperti hormon prolaktin dan oksitosin."

"Hormone Oksitosin biasanya disebut juga dengan hormon cinta, di mana misalkan kita dapat gaji itu merasakan happy, terutama wanita ketika dapat ke salon happy, nah itu yang mempengaruhi oksitosin," paparnya, Rabu 2 Juni 2021. 

Karena itu, menurut wanita berusia 34 tahun ini, ibu menyusui harus bebas.

Dalam artian jangan sampai tertekan.

Contohnya, pada kasus ibu yang baru saja melahirkan dan akan menyusui ditanya apakah ASI-nya sudah keluar, jika ternyata belum, hal itu bisa menyebabkan si ibu stres.

Sementara untuk hormon prolaktin adalah kondisi di mana waktu tidak bisa dimanipulasi.

Baca juga: Ibu Menyusui Tak Perlu Khawatir, Begini Cara Mengatasi Saluran ASI Tersumbat

Contohnya bayi memang harus selalu menyusui dan mekanisme pada payudara begitu ia mengeluarkan ASI, payudara akan memproduksi semakin banyak ASI. 

"Maka dari itu lakukan pemberian ASI sesering mungkin, jadi begitu ia keluar akan langsung diproduksi lagi."

"Jadi makanan dan minuman tidak signifikan berpengaruh, misalkan ibunya suka pete atau jengkol ya makan saja."

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved