Breaking News:

Berita Karangasem

Kasus Pengadaan Masker di Karangasem, Penyidik Periksa Tiga Pejabat Dinas Sosial

Pemeriksaan mereka terkait kasus dugaan penyimpangan dana pengadaan masker tahun 2020. Pemeriksaan berlangsung selama empat jam.

ilustrasi
Tim penyidik Kejari Karangasem periksa tiga pegawai Dinas Sosial Karangasem terkait kasus dugaan penyimpangan dana pengadaan masker tahun 2020, Jumat 4 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem kembali memeriksa tiga pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem, Jumat 4 Juni 2021 sekira pukul 08.00 Wita.

Pemeriksaan mereka terkait kasus dugaan penyimpangan dana pengadaan masker tahun 2020. Pemeriksaan berlangsung selama empat jam.

Kasi Intel Kejari Karangasem Dewa Gede Semaraputra, mengatakan, pejabat yang diperiksa merupakan tim pemeriksa dan penerima hasil pekerjaan di Dinsos Karangsem.

Mereka diperiksa sebagai saksi. Pertanyaan yang diajukan seputar keterlibatan dalam pengadaan masker scuba senilai Rp 2,9 milliar.

Baca juga: Kejari Karangasem Geledah Kantor Dinas Sosial Terkait Kasus Pengadaan Masker Scuba

Baca juga: PANIK Dikejar Satpol PP Denpasar, Gepeng Ibu & Anak Asal Karangasem Kocar-kacir dan Nyemplung ke Got

"Tadi kita memeriksa tiga orang tim pemeriksa dan penerima hasil pekerjaan dari Dinsos. Pertanyaan terkait weewenang dan tugas dalam pengadaan masker scuba," kata Dewa Semaraputra.

Diakuinya, ketiga saksi yang diperiksa cukup kooperatif serta bersedia menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

Ditambahkannya, sehari sebelumnya tim penyidik memeriksa empat pejabat Dinsos Karangasem.

Keempat orang itu merupakan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).
Pertanyaan yang diajukan terkait wewenang."Pertanyaan yang diajukan rata rata 20 sampai 30 pertanyaan," kata Semaraputra.

Menurut dia, hingga hari ini sudah 11 orang saksi yang diperiksa tim penyidik.
Setelah ini tim penyidik akan memeriksa pejabat yang berkaitan dengan pengadaan masker. Dari pemeriksaan, tim penyidik menemukan beberapa barang bukti baru.

"Sebelumnya tim penyidik sudah periksa Bendahara Belanja Tak Terduga (BTT), dua pejabat dari Kantor Badan Pengelola Keuangan serta Aset Daerah (BPKAD), serta pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem," kata Semaraputra.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved