Breaking News:

Berita Bali

Putu Supartika Bahas Cerpen Bahasa Bali Bersama Puri Kauhan Ubud

Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar menyelenggarakan workshop Sastra Bali Modern, sebagai rangkaian  kegiatan penulisan kreasi sastra, Sastra Saraswati

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
ist
Ngawi geguritan dan ngawi kidung pada tanggal 5 Juni 2021, serta ngawi kekawin dan ngawi satua Bali pada 6 Juni 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar menyelenggarakan workshop Sastra Bali Modern, sebagai rangkaian  kegiatan penulisan kreasi sastra, Sastra Saraswati Sewana, Pemarisuddha Gering Agung.

Workshop yang diikuti  sekitar 300 peserta ini, dilaksanakan secara virtual pada hari Jumat, 4 Juni 2021.

Workshop dihadiri Sukardi Rinakit, Staf Khusus Presiden RI bidang Kebudayaan.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pandemi menjadi momen penting bagi masyarakat untuk melakukan mulat sarira melalui penulisan karya sastra. 

"Karena itu, momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan kreasi-kreasi sastra terbaik, yang akan menjadi catatan sejarah atas peristiwa pandemi Covid-19," katanya dalam rilis kepada Tribun Bali, Jumat 4 Juni 2021. 

Leak Ngalas Juara I Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali, Singkirkan 67 Saingannya

Penyuluh Bahasa Bali Blahbatuh Gelar Lomba Baca Cerpen Online, Siasat Saat Pandemi Covid-19

Ari Dwipayana menegaskan bahwa, melalui acara ini, yayasan yang dipimpinnya tidak semata konsen pada perlombaan, adu kreasi, tetapi juga melakukan edukasi kepada peminat sastra Bali agar berani berkarya dan tidak takut menulis.

Untuk mendorong keberanian menulis maka diselenggarakan workshop, baik sastra Bali modern maupun sastra Bali  klasik. 

"Sastra adalah doa dan obat penyembuh pada kesempatan berikutnya, Sukardi Rinakit yang menyampaikan kata pengantar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas inisiatif Yayasan Puri Kauhan Ubud," katanya. 

Sukardi Rinakit menjelaskan bahwa penulisan karya sastra ini, ibarat meletakan memori baru ke memori lama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved