Berita Bali
Putu Supartika Bahas Cerpen Bahasa Bali Bersama Puri Kauhan Ubud
Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar menyelenggarakan workshop Sastra Bali Modern, sebagai rangkaian kegiatan penulisan kreasi sastra, Sastra Saraswati
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
I Ketut Sumarta, IGA Darma Putra, dan Putu Supartika. Menjadi pembicara pertama, Ketut Sumarta memberikan motivasi dan tips kepada masyarakat agar tidak takut menulis, karena menulis itu mudah.
Menurutnya menulis Bahasa Bali itu semakin menarik, karena bahasa Bali merupakan bahasa sastra, dengan kosa kata yang sangat kaya, sehingga memudahkan untuk berkreasi.
Pembicara kedua, IGA Darma Putra melanjutkan materi dengan materi menulis puisi berbahasa Bali.
Ia memulai dengan menekankan pentingnya “kruna” atau “kata”, ejaan serta hal teknis lain yang sering menjadi pertanyaan bagi para sastrawan saat menuliskan karyanya.
• 55 Pegiat Sastra Bali Modern Peringati HUT ke-75 RI dengan Membaca Cerpen & Puisi Bali Online
Workshop ditutup paparan Putu Supartika, yang membahas penulisan cerpen Berbahasa Bali.
Supartika menyampaikan paparan mengenai bagaimana membangun ide, mulai menulis, membangun alur hingga menutup cerita.
Putu Supartika, mengajak peserta untuk melakukan eksplorasi seluas-luasnya terhadap tema lomba: pemarisuddha gering agung, yang disebutkan memiliki sangat banyak sudut pandang yang menarik untuk ditulis.
Acara workhop, Sastra Saraswati Sewana akan dilanjutkan pada tanggal 5 dan 6 Juni dengan bahasan Sastra Bali Klasik.
Ngawi geguritan dan ngawi kidung pada tanggal 5 Juni 2021, serta ngawi kekawin dan ngawi satua Bali pada 6 Juni 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putu-supartika-bahas-cerpen-bahasa-bali-bersama-puri-kauhan-ubud.jpg)