Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Ada Refocusing Anggaran untuk Penanganan Covid-19, Kuota Bedah Rumah di Karangasem Dikurangi

Kepala Dinas Perkim, Nyoman Merta Tenaya, mengatakan, bedah rumah yang semula dianggarkan 422 unit dikurangi  menjadi 183 unit.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
hai.grid.id
Ilustrasi Uang - Ada Refocusing Anggaran, Kuota Bedah Rumah di Karangasem Dikurangi 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebagian anggaran bedah rumah di Dinas Perumahan & Permukiman (Perkim) Karangasem dialihkan untuk penanganan COVID -19 di Karangasem.

Pengalihan anggaran dilakukan setelah ada refocusing anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem.

Kepala Dinas Perkim, Nyoman Merta Tenaya, mengatakan, bedah rumah yang semula dianggarkan 422 unit dikurangi  menjadi 183 unit.

Per unitnya dilokasikan sekitar Rp 30 juta.

Baca juga: Pasar Gotong Royong Krama Bali Diserbu Warga Karangasem

"Ada refocusing anggaran  untuk bedah rumah. Semula 442 unit jadi 186 unit," ungkap Merta Tenaya, Minggu 6 Juni 2021.

Mantan Kepala Dinas Pertanian ini mengatakan pengalihan anggaran bedah rumah ke penanganan COVID atas persetujuan bersama.

Pihaknya berharap pandemi COVID-19 segera sirna, sehingga aktivitas bisa kembali normal. Sampai saat ini kasus COVID - 19 di Karangasem masih saja ditemukan.

"Tahun 2020 lalu anggaran bedah rumah malah dinolkan, tak ada. Semua anggaran dialihkan untuk kebutuhan  COVID - 19," akui I Nyoman Merta Tenaya, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Karangasem.

Untuk diketahui, tahun 2020 Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem menggelontorkan anggaran sekitar Rp 20.5  milliar lebih untuk bedah rumah. Memperbaiki rumah tak layak huni.

Per unit mendapat  bantuan sebesar Rp 30 juta. Seandainya dikalkulasi, anggaran cukup untuk perbaiki 694 unit.

Untuk bantuan stimulan perumahan  swadaya (BSPS) dari kementerian, Karangasem hanya  mendapat beberapa unit.

Per unit mendapat anggaran 17.5  juta. Bantuan ini langsung ditangani oleh Balai bersangkutan, tapi tetap berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman.

Untuk diketahui, rumah  tidak layak huni (RTLH) di Karangasem capai sekitar 12.700 unit. Tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem.

Terbanyak  di Kecamatan Kubu, Kecamatan Bebandem, Kecamatan Abang, Selat, Kecamatan Sidemen, Kecamatan Manggis, & Karangasem.

Baca juga: I Made Meninggal Setelah Tertimpa Pohon Gondang di Karangasem Bali

Rumah tidak layak huni di Karangasem terbilang cukup tinggi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved