Breaking News:

Sponsored Content

Bupati Giri Prasta Hadiri Lokasaba VI MGPSSR di Tabanan

sebuah kewajiban bagi pihaknya selaku Ketua MGPSSR provinsi Bali untuk melakukan anjangsana menghadiri acara lokasaba di seluruh kabupaten/kota

Istimewa
Bupati Giri Prasta saat menghadiri Lokasaba VI MGPSSR Kabupaten Tabanan di Taman Satwa Tabanan, Sabtu (5/6/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali melakukan anjangsana ke Kabupaten Tabanan dalam rangka menghadiri Lokasaba VI MGPSSR Kabupaten Tabanan bertempat di Taman Satwa Tabanan, Sabtu 5 Juni 2021.

Dalam lokasaba yang dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya itu, Giri Prasta juga menyerahkan dana motivasi secara pribadi kepada pengurus MGPSSR Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan, bahwa sebuah kewajiban bagi pihaknya selaku Ketua MGPSSR provinsi Bali untuk melakukan anjangsana menghadiri acara lokasaba di seluruh kabupaten/kota yang ada di Bali.

Dikatakan bahwa menjadi sebuah kewajiban bagi Giri Prasta untuk mengingatkan semeton Pasek agar selalu eling pada jati diri dalam melaksanakan Catur Swadarmaning Kepasekan dan sesana Kepasekan.

Baca juga: Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Eco-Enzyme Nusantara, Siap Lakukan Penyemprotan Eco-Enzyme

"Saya dan semeton pasek lainnya merupakan keluarga besar satu darah, mari kita sebagai keluarga besar MGPSSR membangun persaudaraan yang kuat, bersatu membangun Bali seutuhnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya.

Yang dulu ada hal tidak baik kita tinggalkan, yang baik kita pertahankan, kita kuatkan dan kita lestarikan, yang sekarang kita lakukan dengan baik dan yang kedepan kita sempurnakan," ujarnya.

Pada kesempatan itu Giri Prasta juga mengajak semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, dengan mengedepankan rasa bakti ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton.

Pasalnya  menurut Giri Prasta semeton Pasek itu saling sumbah, saling parid dan mesidikara.

"Saling sumbah karena satu Hyang Kawitan. Masidikara artinya duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dan saling parid, satu gelas kopi bisa berbagi, itulah Pasek sujati," ucapnya seraya menambahkan bahwa pihaknya ingin membenahi dan meluruskan pemahaman kepasekan yang ada di Bali.

Terkait dengan Lokasaba, disebutkan Giri Prasta kepada pengurus MGPSSR Tabanan, diminta membuat big data dengan melakukan pendataan terhadap keberadaan dadia, sulinggih pasek dan semeton pasek di seluruh kecamatan yang ada di Tabanan.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved