Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Dampak Pandemi, Restoran Khusus Turis China di Gianyar Kini Jadi Tempat Upacara Keagamaan

supaya bangunan restoran tidak terbengkalai, kini tempat tersebut beralih fungsi sebagai tempat upacara keagamaan dengan sebutan baru, Griya Taksu.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Pengelola restoran yang merupakan kakak beradik, yakni Ida Bagus Putu Sumaba dan Ida Bagus Putu Sumantri, Minggu 6 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebelum pandemi covid-19 terjadi, China menjadi salah satu negara yang warganya banyak berlibur di Bali.

Tak hayal, banyak investor yang membuat menyajikan akomodasi khusus untuk turis China, seperti Restoran Gaharu di Banjar Medahan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali.

Dalam masa jayanya, restoran ini menyajikan menu utama bebek goreng, yang menjadi makanan favorit wanita China.

Namun sejak pandemi covid-19 melanda, turis China tidak berkunjung lagi ke Bali.

Akibatnya, supaya bangunan restoran tidak terbengkalai, kini tempat tersebut beralih fungsi sebagai tempat upacara keagamaan dengan sebutan baru, Griya Taksu.

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Central Udayana Lakukan Pembinaan ke Restoran

Tak Tipis Seperti Telur Dadar, Tips Bikin Fuyunghai Tebal dan Gurih ala Restoran Chinese

Hal tersebut dibenarkan oleh pengelola restoran yang merupakan kakak beradik, yakni Ida Bagus Putu Sumaba dan Ida Bagus Putu Sumantri, Minggu 6 Juni 2021.

IB Sumaba mengatakan, awalnya tempat itu adalah restoran dengan pangsa pasar turis China.

Namun pandemi, restoran tidak bisa jalan, sehingga pihaknya pun terpaksa merombak usaha dengan tujuan bangunan yang ada tidak terbengkalai.

"Dulu kami sajikan banyak menu makanan disini. Yang andalan bebek goreng. Dulu restoran lama gak dibersihkan, takut rusak dimakan rayap. Jadi pemikiran keluarga, coba membangun tempat upacara Panca Yadya," ujarnya.

Setelah beralih fungsi, tempat ini pun berubah nama menjadi Griya Taksu, dan sejumlah bangunan pun dirubah sesuai fungsi upacara.

Terdapat juga penambahan bangunan, seperti Padma (tempat pemujaan), gapura, dan gazebo.

Pengelola juga menyediakan tempat melukat atau pemandian suci, tempat untuk tiga bulanan dan lainnya.

Dan yang tidak kalah penting adalah fasilitas protokol kesehatan. 

"Tempat makan disulap jadi tempat resepsi. Dapur disulap jadi tempat menaruh banten (sarana upacara). Kami juga menyediakan kamar rias dan kamar tidur untuk keperluan Ngekeb (memingit pengantin maupun orang yang hendak potong gigi)," ujarnya.

Keberadaan Griya Taksu ini, kata mereka, untuk menjawab tuntutan zaman.

Dimana di jaman seperti sekarang ini, banyak umat yang tidak memiliki tempat ataupun waktu menggelar upacara.

Bali Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Modal Kerja bagi Pengusaha Hotel dan Restoran

Tips Bikin Ayam Goreng ala Restoran Terkenal, Cukup Tambahkan Satu Bahan Ini

Namun di sisi lain, mereka tetap ingin melestarikan warisan leluhur.

Karena itu, menurut mereka, keberadaan Griya Taksu merupakan hal yang tepat.

Terlebih lagi di tempat lain, sudah ada banyak pihak yang menyediakan fasilitas seperti ini. 

Adapun upacara keagamaan yang bisa dilangsungkan di Griya Taksu ini, antara lain, Menek Kelih, Telu Bulanan, Otonan, Mebayuh Oton, Sapu Leger, Potong Gigi hingga Perkawinan.

"Untuk biaya bervariatif. Tergantung permintaan, ada yang sendiri, berapa biayanya, kami siapkan," jelasnya.

IB Sumaba mengatakan, pelayanan untuk umat ini baru dibuka sejak Januari 2021.

Meski masih tergolong baru, namun Griya Taksu sudah dikenal oleh masyarakat. 

"Mulai tanggal 16 Juni sudah ada kegiatan, Telu Bulanan," ujar. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved