Breaking News:

Pemilu 2024

Minta Coblosan Tak Dilangsungkan Saat Galungan, Lidartawan: Saya Sudah Kirim Kalender Bali ke KPU RI

awalnya rencana dari KPU RI menyusun dan merancang jadwal pada Rabu 21 Februari 2021 atau seminggu sebelum Galungan.

Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan di ruangannya, Senin 7 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan ikut buka suara terkait adanya kesepakatan pelaksanaan coblosan Pemilu Presiden dan Legislatif yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan.

Kepada awak media dalam konferensi persnya, Lidartawan mengaku kaget dengan adanya keputusan tersebut.

Pasalnya, ia menyebut bahwa awalnya rencana dari KPU RI menyusun dan merancang jadwal pada Rabu 21 Februari 2021 atau seminggu sebelum Galungan.

“Kan ada masukan dari masyarakat, nah itu baru saya cek. Karena rencana KPU itu 21 saya sudah cek di 21 Februari bukan Galungan, sebenarnya dari KPU RI itu 21 , tapi saya nggak tahu prosesnya, kebetulan Pak Dewa Raka Sandi juga diluar, jadi mungkin gak ada yang ngeh,” katanya di ruangannya, Senin 7 Juni 2021.

Pun begitu, ia meminta masyarakat Bali tidak khawatir dengan hal tersebut.

Pemilu 2024 Bertepatan Galungan, Ketua Komisi II DPR RI: Aspirasi Masyarakat Bali Kami Pertimbangkan

Breaking News: Pemilu 2024 Digelar Bertepatan Dengan Hari Raya Galungan, Mpu Jaya Prema Usulkan Ini

Mantan Ketua KPU Bangli ini mengatakan bahwa hal tersebut belum merupakan keputusan resmi yang bersifat tetap dan mengikat.

Oleh karena itu, pihaknya langsung bersikap dengan mengirimkan surat dan kalender Bali ke KPU RI sebagai rujukan untuk mengubah jadwal pencoblosan tersebut agar tidak menganggu kekhusyukan umat Hindu dalam merayakan Galungan.

Pihaknya menyebyutkan jika tetap dipaksakan pada tanggal tersebut, ia khawatir partisipasi pemilih di Bali akan sangat rendah.

“Tapi sudah saya sampaikan, nggak usah khawatir itu kan baru pembahasan di awal, belum sebuah keputusan, saya sudah kirim kalender Bali ke Pak Ketua KPU RI, dan itu akan dibahas lebih lanjut, tentu akam diperjuangkan agar tidak di tanggal 28, saya percaya teman-teman di Jakarta tidak akan mengganggu,” jelas Lidartawan.

Sejumlah opsi juga sudah ia sampaikan agar pelaksanaan Pilrpres dan Pileg dimajukan dua minggu sebalum tanggal 28 Februari.

Yakni berkisar pada tanggal 14 Februari atau 21 Februari 2024.

“Tapi karena itu Pileg kan rekapannya lama, nanti rekapnya terbentur Galungan, saya tetap mengusulkan untuk kalau bisa paling tidak seminggu sebelum atau dua minggu sebelumnya, bisa 21 atau 14 Februari,” paparnya.

Update pemilu 2024 klik di sini

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved