Corona di Bali
45 Ribu Lebih Warga Bangli Sudah Divaksinasi Covid-19 Dalam Sebulan
Warga Desa/Kelurahan yang sudah divaksin antara lain Batur Utara, Batur Tengah, Batur Selatan, Kedisan, Apuan, Tembuku dan Kelurahan Kubu
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pelaksanaan gerakan serentak (gertak) vaksinasi Covid-19 di Bangli telah berjalan sebulan.
Hingga kini, jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin tercatat lebih dari 45 ribu orang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa 8 Juni 2021.
Kata dia, dari pelaksanaan gertak sejak 6 Mei 2021, hingga kini sudah 25 desa/keluarahan, dari total 72 desa/kelurahan di Bangli telah tervaksin.
Baca juga: Ny. Putri Koster Ajak PKK Bangli untuk Terus Maju dan Berinovasi
Warga Desa/Kelurahan yang sudah divaksin antara lain Batur Utara, Batur Tengah, Batur Selatan, Kedisan, Apuan, Tembuku dan Kelurahan Kubu.
Seluruhnya divaksin dalam kegiatan Gertak I.
Selanjutnya Gertak II menyasar Kelurahan Kawan, Kelurahan Bebalang, dan Kelurahan Cempaga.
Pada gertak III menyasar Desa Sulahan. Sedangkan di Gertak IV, menyasar Desa Kintamani, Satra, Selulung, Buahan, Songan, Bayung Gede, Tiga, Demulih, Jehem, Yangapi, Tamanbali dan Kayubihi.
“Saat ini juga sedang berjalan vaksinasi di Desa Bunutin Bangli, dan Pengotan. Selanjutnya vaksinasi juga akan menyasar Desa Sekardadi dan Abuan,” ungkap Dirgayusa.
Dari 25 desa yang telah dan sedang divaksin, serta dua desa lainnya yang telah masuk daftar, total sasaran riil vaksinasi diketahui sebanyak 72.631 orang.
Sedangkan warga yang telah menerima vaksin sebanyak 45.668 orang atau sebanyak 62,88 persen.
“Sejatinya yang teregistrasi sebanyak 52.142 orang. Namun dalam pelaksanaan vaksinasi, mereka tidak lolos screening awal. Totalnya mencapai 5.093 orang,” imbuh pria asal Desa Demulih itu.
Dirgayusa juga mantan camat Kintamani itu mengaku tidak ada kendala teknis yang menonjol dalam pelaksanaan vaksinasi.
Khususnya yang menyebabkan kegiatan vaksinasi tidak bisa berjalan sama sekali.
Kendala yang ditemukan di lapangan, sambungnya, hanyalah jaringan internet yang dimanfaatkan untuk proses registrasi.
Baca juga: Dari Pemerintah Hingga Serikat Pekerja Jadi Responden dalam Penilaian Pelayanan Publik Polres Bangli
“Kendala blankspot ini hampir merata di Bangli khususnya pada koneksi internet dengan menggunakan wifi.
Namun hal ini sudah diantisipasi dengan menggunakan koneksi internet selular,” ucapnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Bangli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-vaksinasi-di-desa-kayubihi-selasa-86.jpg)