Breaking News:

Corona di Bali

Alami KIPI Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 di Buleleng Bali, Dwarsa Ngaku Trauma Divaksinasi

Tim medis kala itu menyatakan jika kondisi kesehatan Dwarsa cukup baik, sehingga ia langsung disuntik vaksin.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Nyoman Mangku Dwarsa saat mengalami KIPI pasca divaksin. Ia harus diberikan bantuan oksigen karena mengalami sesak napas dan hipoglikemia 

Nahas, setelah 15 menit paska divaksin, Dwarsa tiba-tiba mengalami sesak napas bahkan nyaris kehilangan kesadaran.

Tekanan darahnya turun menjadi 75 mmHg.

Akibat kondisi ini, petugas medis langsung memberi bantuan oksigen.

Bahkan ia juga diberi makanan dan minuman manis, untuk meningkatkan tekanan darah dan kadar gula dalam darahnya.

Baca juga: Baru Tercapai 18,29 Persen, Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Negara Terus Digenjot

"Saya langsung diberikan oksigen di kantor desa, selama kurang lebih satu jam. Setelah kondisi mulai membaik, saya diizinkan pulang. Namun saat di rumah, saya mulai demam dan lemas selama satu minggu. Kalau riwayat diabates sih tidak punya," terangnya.

Kendati saat ini kondisinya sudah kembali normal, Dwarsa mengaku masih merasa trauma.

Ia enggan disuntik vaksin tahap kedua, yang rencananya akan dilaksanakan  pada Kamis (12/8/2021). 

"Saya sangat mendukung program vaksin, makanya saya mau disuntik vaksin tahap pertama. Namun setelah mengalami KIPI, saya merasa tubuh saya ini tidak kuat untuk menerima vaksin. Saya trauma," ujarnya

Sementara Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengaku baru mengetahui adanya warga di Desa Gerokgak yang mengalami KIPI ini.

Namun demikian, ia sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Buleleng untuk menelusuri KIPI yang terjadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved