Breaking News:

Berita Bali

Kontrol Bisnis Narkotik dari Balik Jeruji Besi, Lu Bing Jin Terancam Pidana Penjara Seumur Hidup

Meski meringkuk di penjara, Lu Bing Jin alias Benny (26) masih bisa leluasa menjalankan dan mengontrol bisnis narkotiknya.

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Lu Bing Jin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski meringkuk di penjara, Lu Bing Jin alias Benny (26) masih bisa leluasa menjalankan dan mengontrol bisnis narkotiknya.

Lu Bin Jin sendiri adalah terpidana 17 tahun penjara dalam kasus narkotik yang kini tengah mendekam di Lapas Khusus Narkotik Bangli.

Ia kembali diadili dalam kasus serupa yang juga melibatkan kakak kandungnya, Lu Ming Fee (terdakwa dalam berkas terpisah) mengambil tiga plastik klip berisi sabu seberat 1.517 gram netto. 

Baca juga: Bule Rusia di Bali Kuasai Narkotika DMT Asal Amazon AS, Bisa Sebabkan Halusinasi Tingkat Tinggi

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang telah dibacakan pada persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Lu Bing Jin dikenakan dakwaan alternatif.

Adapun dalam dakwaan JPU Dewi Agustin Adiputri, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Di mana ancaman pidananya adalah pidana penjara seumur hidup. 

Baca juga: Penyalahgunaan Narkotika di Karangasem Meningkat, BNNK Gencarkan Sosialisasi

"Saat didakwa, terdakwa tidak mengajukan eksepsi, dan sidang sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi-saksi," terang JPU, Rabu, 9 Juni 2021.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, kasus ini terungkap berawal ketika personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar menangkap Lung Ming Fee di sebuah hotel di Jalan Raya Kuta, Kuta, Badung, Jumat, 22 Januari 2021 sekitar pukul 19.00 Wita.

Pada diri Lu Ming Fee, petugas menemukan barang bukti berupa 3 plastik klip masing-masing berisi sabu dengan berat keseluruhan 1.517 gram netto. 

Baca juga: Polres Karangasem Ringkus Sepuluh Penyalahguna Narkotika, Satu Diantaranya Residivis

Kemudian saat diinterogasi, Lu Ming Fee mengaku 3 plastik klip berisi sabu itu diambilnya dari kamar hotel tersebut.

Lu Ming Fee disuruh oleh terdakwa mengambil 3 plastik klip sabu itu.

Atas pengakuan Lu Ming Fee, petugas kemudian menjemput terdakwa Lu Bing Jin yang ketika itu masih berada dari Lapas Kerobokan.

Lalu keduanya dipertemukan, dan saat diinterogasi secara bersama-sama, terdakwa pun membenarkan telah menyuruh kakaknya, Lu Ming Fee via telpon untuk mengambil paket sabu itu dengan imbalan sejumlah uang.

Rencananya, oleh Lu Ming Fee paket sabu itu dipindahkan ke tangan orang lain sesuai perintah terdakwa Lu Bing Jin. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotik di Bali

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved