Breaking News:

Siswi SMK Jadi Korban Begal di Jalan Nangka Selatan Denpasar, Uang Rp 24 Ribu Diambil

Saat kejadian, seorang tidak dikenal mencegat lalu menodongkan pisau ke arah korban yang kemudian mengambil uang dari NP. 

kompas.com
Ilustrasi begal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi kriminal jalanan kembali terjadi di wilayah Kota Denpasar, seorang siswi SMK berinisial NP (17) mengaku menjadi korban begal.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Nangka Selatan, Denpasar, Bali pada Senin 7 Juni 2021 sekitar pukul 23.00 wita.

Saat kejadian, seorang tidak dikenal mencegat lalu menodongkan pisau ke arah korban yang kemudian mengambil uang dari NP. 

Usai kejadian tersebut NP kemudian mengabari ke pihak keluarga dan salah satu keluarga lantas menginformasikan melalui media sosial (sosmed) telah terjadi begal di Jalan Nangka Selatan yang menyasar NP hingga kasus itu pun viral.

Setelah postingan tersebut viral, pihak keluarga kemudian membuat laporan ke Polresta Denpasar untuk menindak lanjuti kejadian yang menimpa NP.

Pada laporannya di Polresta Denpasar pada Rabu 9 Juni 2021 siang, korban yang tinggal di Jalan Nangka Selatan, Gang XI, Nomor 19A, Denpasar Utara, Kota Denpasar tersebut menceritakan bahwa sebelumnya ia menuju Pasar Kreneng untuk mengambil uang jajan di tempat orang tuanya berjualan.

Setelah itu ia pulang, namun dalam perjalanan dia sempat mampir ke toko Arta Mart Jalan Kayumas, Denpasar untuk membeli minyak goreng.

"Saya (NP) pulang dan saat tiba di lokasi kejadian, di Jalan Nangka Selatan, Gang XI, Nomor 19A, tiba-tiba ada seorang pria mengadang Jalan. Dia pura-pura menanyakan alamat seraya membuka tas pinggang. Dia lantas mengeluarkan pisau dapur dan menodongkan ke wajah saya (NP)," ujar korban dalam laporannya di Mapolresta Denpasar beberapa waktu lalu.

Merasa panik dan tidak bisa berbuat apa-apa, korban pasrah dan memberikan uang saat pelaku meminta uang yang dibawa NP sebesar Rp 24 ribu.

Kebetulan saat bersamaan, ada dua motor lainnya yang melintas di lokasi, sehingga pelaku bergegas meninggalkan korban yang ketakutan.

Berdasarkan informasi tersebut, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan kejadian itu dan kasusnya saat ini masih dalam penanganan pihak Satreskrim Polresta Denpasar.

"Iya, pelakunya masih diburu dan kasusnya masih lidik," ujar Iptu I Ketut Sukadi, Jumat 11 Juni 2021. (*) 

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved