Breaking News:

Berita Denpasar

UPDATE Kadivpas Sebut Pengoplos Disinfektan di Lapas Perempuan Denpasar Akan Dijatuhi Sanksi

Atas kejadian ini, dipastikan pelaku pengoplosan cairan disinfektan dengan serbuk minuman kemasan ini akan dijatuhkan sanksi.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Situasi IGD RSUP Sanglah, Jumat 11 Juni 2021 - Warga Binaan Lapas Perempuan Denpasar yang Keracunan Bertambah Menjadi 19 Orang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait peristiwa dirawatnya para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Denpasar di Rumah Sakit (RS) Sanglah.

Bahkan 1 orang dinyatakan meninggal karena mengkonsumsi disinfektan dicampur serbuk minuman kemasan rasa jeruk ditanggapi langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilhumham) Bali, Suprapto. 

Atas kejadian ini, dipastikan pelaku pengoplosan cairan disinfektan dengan serbuk minuman kemasan ini akan dijatuhkan sanksi.

"Pelaku pengoplos akan kami kenakan sanksi. Nanti setelah kami periksa dan terbukti. Itu larangan apalagi melanggar dan menimbulkan korban orang lain atau korban jiwa," tuturnya saat ditemui di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat, 11 Juni 2021.

"Sanksi jelas, hak-haknya seperti remisi, PB, CB bahkan asimilasi pun akan ditunda. Resikonya sanksi cukup berat. Sanksi akan kami terapkan setelah diperiksa dan terbukti. Untuk mereka yang lainnya hanya ikut-ikutan. Mereka itu korban, karena mengira itu hanya minuman sari buah," imbuh Suprapto. 

Napi Narkoba Meninggal di RS Sanglah, WBP yang Tenggak Disinfektan Mual hingga Penglihatan Kabur

BREAKING NEWS: 1 Tewas Usai Teguk Disinfektan Campur Serbuk Minuman, 19 WBP Dilarikan ke RS Sanglah

Dengan adanya peristiwa ini, pihak pun meminta pihak Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar melakukan pengawasan lebih ketat lagi.

"Jadi kami kami harus lebih waspada, lebih ketat lagi mengawasi dalam memberikan benda atau barang yang dicurigai bisa membahayakan. Mungkin bukan disinfektan saja. Diterjen atau krim pengusir nyamuk juga bisa berbahaya dicampur dengan minuman seperti kopi," ucap Suprapto. 

Selain melakukan pengawasan ketat, Suprapto pun memerintahkan untuk dilakukan penggeledahan setiap kamar para WBP, menyisir benda atau barang yang dianggap berbahaya atau disalahgunakan.

"Kami juga minta dilakukan penggeledahan ke kamar warga binaan. Jika ada benda yang berbahaya langsung diambil," tegasnya. 

Mengenai adanya disinfektan dalam lapas, kata Suprapto memang seluruh apas diwajibkan menyediakan cairan tersebut.

Ini untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19.

"Kondisi pandemi Covid-19 ini semua lapas harus tersedia disinfektan. Tapi ternyata ada yang menyalahgunakan," jelasnya. 

Penulis: Putu Candra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved