Musik Bali

Teguh Produseri Band Warga Binaan Lapastik Bangli

Dua band warga binaan Lembaga Lembaga Pemasyarakatan Narkotik (Lapastik) Bangli, yakni Injeksi dan Barong Band tengah menggarap karya barunya

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Teguh Adi Putra bersama para personel Injeksi dan Barong Band saat melakukan proses rekaman di Lapastik Bangli - Teguh Produseri Band Warga Binaan Lapastik Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua band warga binaan Lembaga Lembaga Pemasyarakatan Narkotik (Lapastik) Bangli, yakni Injeksi dan Barong Band tengah menggarap karya barunya.

Kali ini Teguh Adi Putra didapuk memproduseri kedua band tersebut.

Selain menjadi produser untuk Injeksi dan Barong Band, Teguh juga dipercaya memproduseri satu mars atau jingle bertemakan Stop Narkoba.

"Saya di beri kesempatan untuk memproduce dua band di sana (Lapastik Bangli), Injeksi dan Barong Band," terang Teguh, Sabtu, 19 Juni 2021.

Baca juga: Band Rock Karangasem Bali Nonekes Rilis Album For A Better Life, Bisa Didengarkan di YouTube Music

Perjalanan untuk bisa memproduseri band yang ada di Lapastik ini tidak mudah.

Diceritakan Teguh, proyek ini dimulai tahun lalu dimana awalnya vokalis Injeksi Band, yang kebetulan ada hubungan kerabat, memintanya untuk bisa memproduksi lagu-lagu mereka.

Mendapat tawaran itu, Teguh pun mengajukan permohonan ke pihak Lapastik Bangli agar bisa melakukan proses rekaman di dalam Lapastik.

Namun permohonan ini belum bisa dikabulkan, lantaran prosedur dan ada hal-hal yang tidak memungkinkan untuk melakukannya.

Akhirnya medio 2021, tepatnya bulan Mei, Teguh dihubungi oleh Kasi Binadik Lapastik Bangli, Agus Setiawan untuk memproduseri Injeksi, Barong Band dan juga pembuatan satu mars.

Izin didapat, Teguh pun bertemu dengan para personil band dan para warga binaan di Lapastik Bangli.

Ia mengatakan, cukup terkejut ketika disodorkan sejumlah materi lagu, dan sangat luar biasa bagus.

"Saya tercengang mereka tidak semudah kita yang di luar mencari referensi karena keterbatasan, tapi materi lagu-lagu mereka sangat luar biasa. Meski raga mereka di penjara, tapi di sana mereka masih bisa tetap berkarya," tutur Teguh yang juga vokalis dari band Ludicia ini.

Apa yang dilakukan di dalam Lapas murni hanya merekam proses kreatif para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bagaimana mereka membuat lagu dan aransemen.

Teguh mengatakan, tidak merekam sedikit pun aktivitas warga binaan, karena menurutnya tidak etis saja.

"Karena saya pikir ‘Penjara’ bukanlah tempat yang diinginkan bagi semua orang untuk tinggal di dalamnya. Walau saya tahu dan saya lihat Lapastik Bangli sangat bersih dan layak di tempati, tapi Lapastik bukanlah tempat yang tepat untuk menginap," ucapnya.

Baca juga: Grup Band Asal Bali Nursery Rhymes Rilis Tembang Bertemakan Semangat Agar Tak Mudah Menyerah

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved