Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Pria Asal Jember Ditemukan Meninggal di Mumbul Badung, Polisi Sebut Korban Mengeluh Sakit Pada Dada

Seorang pria yang tinggal di Jalan Giri Puspa C-2, Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali ditemukan sudah tidak bernyawa, Senin 21 Juni

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Noviana Windri
ist
Seorang pria yang tinggal di Jalan Giri Puspa C-2, Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali ditemukan sudah tidak bernyawa, Senin 21 Juni 2021 pukul 09.40 wita 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pria yang tinggal di Jalan Giri Puspa C-2, Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali ditemukan sudah tidak bernyawa, Senin 21 Juni 2021 pukul 09.40 wita.

Diketahui pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos-kosan tersebut bernama Sali Syahbana berusia 43 tahun.

Pria yang berasal dari Dusun Suko Barat, Dusun Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur.

Menurut keterangan Kapolsek Kuta Selatan Kompol Yusak Agustinus Sooai meneruskan ke Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi.

Sali saat ditemukan oleh warga lalu dicek pihak kepolisian setempat sudah dalam meninggal dunia dalam posisi terlentang diatas kasur.

BREAKING NEWS Pria Asal Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Mumbul Badung

Made Lihat Menantunya Tergeletak, Pria Asal Desa Jagapati Badung Aniaya Istri hingga Meninggal

"Korban juga tidak menggunakan baju, hanya menggunakan celana pendek warna hitam dan ikat pinggang," ujar Iptu I Ketut Sukadi dikonfirmasi terpisah, Senin siang.

Lebih lanjut, korban ditemukan dalam posisi kepala menghadap ke utara sedangkan kaki ke arah selatan.

Menurut informasi dilokasi, saksi bernama Niko Henuk (32) menjelaskan saat sebelum ditemukan meninggal, korban tinggal bersamanya di kamar tersebut.

Korban dikabarkan baru tinggal di TKP selama empat hari, saksi dan Sali bahkan sempat berbincang-bincang di teras kos.

Sesaat kemudian korban sempat mengeluh sakit pada dadanya, saksi yang saat itu merasa kasihan selanjutnya mendatangi bidan yang juga tinggal tidak jauh dari TKP. 

"Saat meminta pertolongan, korban dikabarkan masih mengeluh sakit pada dadanya," lanjut Iptu I Ketut Sukadi.

Dalam pemeriksaan kesehatan oleh bidan bernama Ni Made Jani, korban disarankan untuk tidak mengkonsumsi kopi berlebihan dan meminta untuk makan tepat waktu.

Berdasarkan pengakuan korban, saksi menyebut jika sehari-hari korban memang sering menunda makan dan sering meminum kopi berlebihan.

Selanjutnya oleh Made Jani, korban diminta untuk istirahat, saksi Niko kemudian istirahat di kamar sebelah yang kebetulan tengah kosong.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved