Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dewan Bali Serap Aspirasi saat Reses, Banyak Masyarakat Minta Pembukaan Pariwisata Internasional

dalam reses tersebut banyak masyarakat yang menanyakan mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2021

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Anggota DPRD Bali Dapil Gianyar dari Fraksi PDIP, Made Rai Warsa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jajaran Anggota DPRD Bali terus melakukan kegiatan serap aspirasi dalam masa resesnya.

Reses kali ini telah berlangsung sepekan dan berakhir pada 17 Juni 2021 lalu.

Beragam aspirasi disampaikan oleh masyarakat kepada para anggota dewan yang mewakili mereka.

Menariknya, dalam reses tersebut banyak masyarakat yang menanyakan mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2021 mendatang.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Bali, DPRD Badung Minta Urusan Pemeriksaan Covid-19 Tak Beratkan Tamu

Hal ini ia ditemukan saat melakukan reses di 16 titik di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar

"Masalah pembukaan pariwisata internasional paling banyak," kata Anggota DPRD Bali Dapil Gianyar dari Fraksi PDIP, Made Rai Warsa saat ditemui, Selasa 22 Juni 2021.

Ia menyebut bahwa banyak masyarakat Bali sudah dahaga pariwisata dibuka kembali.

Pasalnya, menurut Rai Warsa banyak masyarakat yang sudah kesusahan akibat matinya pariwisata Bali yang dihantam pandemi Covid-19.

Pun begitu, kepada para masyarakat di dapilnya tersebut, ia mengaku telah menghadap Gubernur Bali, Wayan Koster terkait pembukaan pariwisata Bali.

Hanya saja, menurutnya keputusan pembukaan pariwisata tersebut berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

"Saya sampaikan pak gubernur sudah menghadap presiden membahas hal itu, tergantung presiden," jelasnya.

Tidak hanya itu, Rai Warsa menyebutkan bahwa ada juga masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur jalan protokol provinsi pada Gianyar utara yang menghubungkan dengan Kabupaten Bangli, dan terkait perhatian pemerintah tentang potensi-potensi wisata alam di pedesaan.

Urgensi  disebutkan pada pariwisata, dan infrastruktur bahwa masih jalan provinsi rusak di daerah Tegallalang. 

Saat hujan badan jalan tergenang air, seperti sungai. Semua air hujan ke sana arahnya dan tidak nampung dari hulu.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Usulkan Bali Jadi Destinasi Wisata Berbasis Vaksin Covid-19

"Permintaan masyarakat harus ada pemecah setiap berapa kilo agar dibuang ke selokan. Selain itu ada pemanfaatan sumber air, pemerintah diharapkan memeperhatikan SDA yang bermanfaat secara ekonomis," jelas Rai Warsa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved