Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Satgas Covid-19 Belum Disurati, Pengetatan PPKM Bali Dimulai Hari Ini

Meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia, pemerintah akan memberlakukan penguatan PPKM Mikro di 34 Provinsi, termasuk Bali.

Tayang:
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pecalang melakukan sidak prokes di Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali Selasa 9 Februari 2021. Pemerintah Provinsi Bali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang ditentukan berdasarkan peta zonasi Covid-19 tingkat desa/kelurahan. PPKM mikro dimulai 9 sampai 22 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia, pemerintah akan memberlakukan penguatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 34 Provinsi, termasuk Bali.

Penguatan ini digelar mulai, Selasa 22 Juni 2021 hingga Senin 5 Juli 2021.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi secara daring, Senin 21 Juni 2021..

Aturan penguatan PPKM Mikro tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri.

Adapun penyesuaian PPKM Mikro yang dilakukan antara lain, kegiatan perkantoran baik oleh Kementerian dan Lembaga, BUMN, dan BUMD, dan lainnya di zona merah wajib menerapkan work from home (WFH) sebanyak 75 persen.

Baca juga: 75 Persen Karyawan Wajib WFH Selama Penguatan PPKM Mikro Mulai 22 Juni

Sementara itu di zona lainnya yakni 50 persen. 

Terkait hal tersebut, pihak Pemkot Denpasar mengaku belum mendapat surat resmi dari pemerintah pusat.

Namun secara prinsip, pihaknya telah melaksanakan prasyarat dalam ketentuan PPKM tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, pihaknya telah menerapkan work from home sebanyak 50 persen.

Hal itu sesuai prasyarat selain zona merah wajib WFH 50 persen.

"Pembelajaran kami masih daring dan belum ada yang tatap muka," kata Dewa Rai.

Baca juga: Presiden Instruksikan Penguatan PPKM Mikro dan Percepat Vaksinasi

Selain itu, tempat publik yang memicu keramaian juga sudah diawasi ketat.

Bahkan lapangan Puputan Badung sudah ditutup.

"Petugas terus bergilir berjaga di sana 30 sampai 30 petugas dari Dishub dan Satpol PP," katanya.

Selain itu, untuk di pantai sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola agar memperketat pembatasan kunjungan.

Selain itu, pihaknya terus melaksanakan tes rapid antigen, kemarin tes menyasar Lapangan Lumintang Denpasar.

"Rencana kami juga akan menyasar pasar tradisional," katanya.

Baca juga: Pemerintah Pusat Lakukan Pengetatan PPKM Mulai Besok, Ini Tanggapan Satgas Covid-19 Denpasar

Kegiatan sosial, budaya dan agama juga diatur dengan melakukan pembatasan maksimal 50 persen dari kapasitas.

"Yang terlibat wajib prokes dan waktunya kami batasi. Kegiatannya memang tidak dilarang, tapi diperketat," katanya.

Selain itu, pihaknya juga terus menggelar sidak prokes utamanya masker di daerah rawan penyebaran Covid-19 dan daerah keramaian.

Bahkan pihaknya juga menerapkan denda bagi warga yang tak memakai masker dan sanksi administrasi untuk yang menggunakan masker tidak tepat.

Hal senada disampaikan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Badung yang belum mengetahui secara pasti informasi tersebut.

Lantaran belum adanya informasi secara resmi yang diterima, untuk pelaksanaan PPKM tersebut.

Baca juga: IDI Sarankan Pemerintah Lakukan Lockdown Daripada PPKM Mikro Untuk Menekan Penularan Covid-19

“Kami belum mengetahui, informasi tersebut secara pasti. Namun kita tetap menunggu arahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Badung dr Nyoman Gunarta, Senin 21 Juni 2021 kemarin.

Pihaknya mengatakan, dari informasi awal yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali memang dilakukan PPKM mikro secara ketat.

Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana pelaksanaan PPKM mikro saat ini.

“Tadi (kemarin, Red) saya sempat koordinasi kepada Kadiskes Provinsi, disebutkan semua daerah melaksanakan PPKM mikro,” katanya.

Hanya saja pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana PPKM tersebut. Sehingga pihaknya belum berani memberikan informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan PPKM tersebut.

“Nanti, saya informasikan lebih lanjut ya. Coba saya tanyakan informasi lebih lengkap terkait PPKM mikro tersebut,” bebernya sembari mengatakan nanti diinformasi lebih lanjut.

Sementara itu, setelah beberapa pekan kasus positif Covid-19 sempat landai di Provinsi Bali, kini kasus positif Covid-19 kembali meningkat. Kenaikan tersebut tercatat sejak, Sabtu 19 Juni 2021.

Pada hari itu, kasus positif Covid-19 di Bali yang sebelumnya pada, Jumat 18 Juni 2021 jumlah nya 48.084 orang menjadi 48.239 orang atau bertambah 155 orang per hari itu.

Sementara itu, pada Minggu 20 Juni 2021 kasus Covid-19 kembali naik dengan jumlah kasus 106 orang dan jumlah kumulatif 48.345 orang dengan rincian 48.169 WNI dan 176 WNA.

Dari 106 orang tersebut, 93 diantaranya tertular melalui Transmisi Lokal, 12 orang PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) dan 1 orang PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri).

Sementara itu pasien sembuh 37 orang dan 2 pasien meninggal dunia. Jumlah kumulatif pasien sembuh 46.106 orang (95,37 persen), dan Meninggal Dunia 1.535 orang (3,18 persen). Serta Kasus Aktif per hari ini menjadi 704 orang (1,46 persen).

Pada Senin (21/6) terkonfirmasi sebanyak 91 orang (71 orang melalui Transmisi Lokal dan 20 PPDN), sembuh sebanyak 60 orang dan 1 pasien meninggal dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 48.436 orang, sembuh 46.166 orang (95,31 persen), dan meninggal dunia 1.536 orang (3,17 persen). Kasus Aktif per kemarin menjadi 734 orang (1,52 persen).

Di Kota Denpasar, kasus positif Covid-19 juga mengalami lonjakan.

Hal ini berdampak pada peningkatan zona kawasan tingkat penyebaran Covid-19 yang awalnya zona hijau menjadi zona kuning, bahkan ada yang kembali menjadi zona orange.

Untuk diketahui, pada 13 Juni lalu, dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, 35 wilayah sudah dinyatakan zona hijau Covid-19. Sementara hanya 8 wilayah yang masuk zona kuning.

Namun seminggu setelahnya, sebanyak 20 desa/kelurahan dinyatakan zona kuning, dan 3 wilayah lainnya dinyatakan zona orange. Dan untuk zona hijau hanya tersisa sebanyak 20 desa/kelurahan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, tiga wilayah yang masuk zona orange yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, dan Kelurahan Sesetan.

Sementara untuk 20 wilayah yang masuk zona kuning meliputi, Denpasar Timur sebanyak 5 wilayah yakni Kesiman Kertalangu, Kesiman Petilan, Sumerta Kaja, Sumerta Kauh, dan Dangin Puri Kelod.

“Denpasar Utara dua zona orange yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, sedangkan zona kuning yakni Kelurahan Tonja dan Desa Dauh Puri Kaja,” kata Dewa Rai, Senin.

Untuk wilayah Denpasar Barat, yang masuk zona kuning sebanyak 7 wilayah meliputi Kelurahan Padangsambian, Kelurahan Padangsambian Kelod, Pemecutan Kelod, Dauh Puri Kauh, Kelurahan Pemecutan, Dauh Puri Kelod dan Kelurahan Dauh Puri.

Dan untuk Denpasar Selatan, satu wilayah zona orange yakni Kelurahan Sesetan, sedangkan zona kuning meliputi Kelurahan Sanur, Sanur Kauh, Kelurahan Renon, Kelurahan Panjer, Kelurahan Pedungan, serta Desa Pemogan.

Dewa Rai menambahkan, kebanyakan yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan warga yang belum tervaksinasi Covid-19.

Walaupun demikian, ada juga warga yang sudah divaksinasi sebanyak dua kali (dua dosis) juga positif Covid-19.

“Dengan kondisi ini, kami minta yang belum menerima vaksin agar melakukan vaksinasi ke fasyankes. Sementara itu, bagi yang sudah tervaksin juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena tidak menjamin sudah divaksin akan terbebas dari Covid-19,” katanya.

Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar terjadi pasca arus balik hari raya. Selain itu, kini juga muncul klaster baru di Denpasar yakni klaster pekerja konstruksi.

Beberapa kasus yang terjadi setiap harinya, pasti ada saja pekerja konstruksi yang dinyatakan positif Covid-19.

“Ya misalnya saat kasus positif 15 orang, 3 orang ternyata pekerja konstruksi. Dan terus terjadi. Dan setiap hari ada saja pekerja konstruksi yang kena,” kata Dewa Gede Rai.

Dewa Rai menambahkan, pihaknya curiga munculnya klaster pekerja konstruksi ini karena mereka baru balik dari kampung halaman setelah berhari raya. Pasalnya, kasus ini baru muncul setelah adanya arus balik.

Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 ini, Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Wangaya pun meningkat drastis. Pada 13 Juni RSUD Wangaya hanya merawat 3 pasien positif Covid-19. Namun per Senin 21 Juni 2021 sudah merawat 19 orang pasien positif Covid-19.

“Sudah naik drastis, sekarang 32 persen dari 58 bed yang tersedia di sana, sudah 19 orang yang dirawat di sana,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya akan semakin memperketat penerapan protokol kesehatan. Pihaknya sudah menutup taman bermain anak dan juga menjaga lebih ketat kawasan lapangan Puputan Badung.

Per Minggu 20 Juni 2021 kemarin, Lapangan Puputan Badung sudah dikelilingi dengan traffic cone yang juga dihubungkan dengan tali. Sehingga kendaraan tak bisa parkir lagi di sekeliling lapangan Puputan Badung.

Sebagai upaya tracing Covid-19, Pemkot Denpasar menggelar rapid tes antigen di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Senin (21/6) sore. Sebanyak 20 orang yang berolahraga dirapid test antigen secara acak.

Rapid antigen ini dilakukan untuk mendeteksi Covid-19 varian baru dari India.

Dari jumlah tersebut, seluruh warga dinyatakan negatif Covid-19. Tes digelar pukul 17.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Namun, beberapa warga yang digiring untuk antigen menolak dengan beragam alasan.

Ada yang mengaku sudah dirapid hingga alasan sudah divaksinasi Covid-19.

Kepala Dishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, rapid test antigen ini merupakan lanjutan dari rapid di Lapangan Puputan Badung. "Rapid antigen dilakukan di Taman Kota Lumintang ini dipilih karena ruang publik yang ramai, dan selama ini digunakan sebagai tempat rekreasi dan olah raga," katanya.

Setelah melakukan rapid antigen, Taman Kota Lumintang langsung ditutup, termasuk melakukan penyegelan taman bermain anak. Penutupan taman Kota Lumintang ini dilakukan selama satu minggu untuk melihat perkembangan lebih lanjut.

"Jika memang kembali menurun kemungkinan saja akan kami buka kembali. Jadi ini kami segel dulu demi kepentingan dan keamanan bersama," katanya. Selanjutnya rapid ini akan menyasar pantai dan juga pasar di Denpasar. (*)

Berita lainnya di Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved