Breaking News:

Berita Bali

Penangkapan Buaya Muara di Gianyar Belum Membuahkan Hasil, Petugas Pasang Jaring Dan Beri Imbauan

Upaya penangkapan buaya muara yang muncul di Tukad Sang Sang, Desa Lebih, Gianyar, Bali, belum membuahkan hasil

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Adrian Amurwonegoro
Pemasangan kandang jebakan oleh petugas untuk menangkap buaya muara masih nihil. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Upaya penangkapan buaya muara yang muncul di Tukad Sang Sang, Desa Lebih, Gianyar, Bali, belum membuahkan hasil pada Rabu 23 Juni 2021 setelah seharian dilakukan pada Selasa 22 Juni 2021 lalu.

Upaya penanganan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama unsur Polair Polres Gianyar, BPBD Gianyar dan Balawisata serta Bali Safari dilakukan dengan memasang umpan dan jebakan.

Awal kemunculan buaya tersebut dilaporkan oleh pemancing kepada Balawista setempat.

Petugas melakukan pemancingan menggunakan umpan seekor bebek yang diikat dengan tali, serta memasang kandang jebakan tersebut.

"Telah dipasang kandang jebak oleh tim dari Bali Safari dan pada Selasa 22 Juni 2021 sekira jam 22.00 WITA dilakukan pemantauan oleh tim BKSDA Bali bersama komunitas Rescue Reptil Bali dan sempat terpantau keberadaan buaya namun belum berhasil dilakukan penangkapan," kata Kepala BKSDA Bali, Agus Budi Santosa pada Rabu 23 Juni 2021.

Selain itu, upaya penangkapan dilakukan dengan pemasangan jaring di lokasi kemunculan buaya dengan tujuan memudahkan penangkapan. 

Agus mengimbau masyarakat di lingkungan Tukad Sang Sang untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kemunculan buaya. 

Ia memaparkan, buaya yang muncul di Tukad Sang Sang diketahui dari gambar dan video yang beredar di media sosial adalah jenis buaya muara (Crocodylus porosus) yang dilindungi UU sebagaimana terdaftar dalam Permenlhk nomor P.106 tahun 2018. 

Baca Juga: Pelaku Pariwisata Bali Khawatirkan Penundaan Work From Bali

"Barang siapa yang memiliki, memelihara satwa dilindungi tanpa izin diancam pidana penjara maksimal 5 tahun penjara, denda maksimal seratus juta rupiah (UU No. 5 Tahun 1990). Kepada seluruh masyarakat yang memelihara buaya atau satwa dilindungi lainnya dilarang melepaskan satwa tanpa izin dari yang berwenang. Satwa dilindungi tanpa izin agar diserahkan kepada  BKSDA Bali," imbaunya.

"Mari kita jaga kelestarian satwa langka untuk manfaat ekologis dan menjaga ekosistem demi generasi dan anak cucu," pungkas Agus. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved