Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sepi Pelanggan, Penjahit di Sanur Pasang 'Harga Corona', Omset Turun hingga 80 Persen

Tujuh tahun berjualan di pinggir Jalan Danau Tamblingan, Reza merasakan dampak pandemilah yang sangat memukul perekonomiannya

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Reza seorang penjahit yang membuka tokonya di kawasan Jalan Danau Tamblingan Sanur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sepi Pelanggan, Penjahit di Sanur Pasang 'Harga Corona', Omset Turun hingga 80 Persen.

Disore hari itu tampak salah seorang pemilik usaha Taylor sedang membersihkan tokonya.

Pemilik toko tersebut adalah Reza seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai tukang jahit di kawasan Jalan Danau Tamblingan, Sanur.

Tujuh tahun berjualan di pinggir Jalan Danau Tamblingan, Reza merasakan dampak pandemilah yang sangat memukul perekonomiannya.

Baca juga: Dampak Corona, Penjualan Rumah Menengah Anjlok Sampai 90 Persen

Buka di kawasan Wisata, tentu saja pasar dari toko taylor Reza adalah wisatawan asing.

Meski pengguna jasanya saat ini sepi, Reza tetap membuka usaha taylornya.

Alasannya karena sewa kontrakan tokonya masih berlaku dan sayang jika ia harus menutup tokonya.

“Sisa kontrakan saya masih panjang, sekitar 5 tahun makanya saya tetap buka. Saat ini saya hanya bisa mengandalkan wisatawan yang masih tinggal di Bali dan beberapa orang-orang lokal," terangnya ketika ditemui pada, Kamis (24 Juni 2021).

Sebelum virus yang berada dari Wuhan, China itu muncul Reza bisa mendapatkan pesanan jahitan hingga 100 pcs.

Sedangkan setelah wabah Corona menyerang, penurunan omzetnya mencapai 80 persen.

Dalam sebulan ia hanya mendapatkan orderan menjahit sejumlah 15 hingga 20 pcs saja.

Sementara untuk tetap mendapatkan customer, Reza terpaksa harus menurunkan jasa jahitnya.

Bahkan tak jarang beberapa Bule menawar jasa jahitnya dikarenakan dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Wisatawannya minta murah harganya, kan ini harga pandemi, gitu katanya. Mereka kan tahu. Sekarang juga mereka bawa material sendiri, jadi hanya perlu jasa jahit saja,” imbuh wanita asal Surabaya tersebut.

Ia juga menyebutkan, saat ini untuk jasa menjahit baju di tempatnya dipatok dengan 'harga pandemi' yakni 100 ribu rupiah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved