Berita Tabanan
Pencurian di Pura Wilayah Desa Tajen Tabanan, 20 Sangku Berbahan Perak dan Kuningan Digondol Maling
Sejumlah barang yang hilang diantaranya seperti sarana sembahyang berupa sangku (tempat tirta) dan uang kepeng atau Pis Bolong.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Peristiwa pencurian di sebuah pura kembali terjadi di Tabanan.
Gudang tempat penyimpanan barang atau alat-alat di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Tajen, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan, diketahui Senin 28 Juni 2021 kemarin.
Sejumlah barang yang hilang diantaranya seperti sarana sembahyang berupa sangku (tempat tirta) dan uang kepeng atau Pis Bolong.
Menurut penuturan Jro Mangku Ratu Nyoman, Jro Mangku I Gede Made Sumantra, awal mula peristiwa pembobolan gudang di areal tempat suci diketahui oleh mangku Pura Prajapati saat bersih-bersih dan melakukan persembahyangan.
Baca juga: Gelar Balap Liar di Selemadeg Timur Tabanan, Lima Pelajar SMK Diciduk Polisi
"Yang paling pertama diketahui pencuriannya di Pura Prajapati saat mangku setempat sembahyang di sana," ungkap Mangku Sumantra saat ditemuI di Pura Dalem Desa Adat Tajen, Selasa 29 Juni 2021.
Dia menceritakan, saat membersihkan di halaman pura, mangku tersebut melihat gudang sedikit terbuka dan setelah dilihat dari dekat ternyata engsel gembok dalam keadaan rusak.
Karena penasaran, yang bersangkutan kemudian masuk ke dalam gudang dan melihat pintu lemari kaca terbuka serta melihat beberapa barang berserakan di lantai.
"Setelah itu baru diberitahukan ke Bendesa termasuk tiang selaku Jro Mangku Pura Ratu Nyoman dan Mangku Pura Dalem yang kebetulan sedang sembahyang di Pura," katanya.
Setelah mengetahui, kata dia, langsung bergegas mengecek gudang Ratu Nyoman yang lokasinya juga di Pura Dalem Adat Tajen kira-kira berjarak 50 meter sebelah utara dari Pura Prajapati.
Setelah dicek ternyata engsel pada gudang Ratu Nyoman juga dalam keadaan rusak dan beberapa barang di dalam lemari kaca juga telah hilang.
Kemudian dilanjutkan mengecek gudang Pura Dalem, dan kondisi gudang tersebut juga sama mengalami kerusakan pada engsel gembok.
Ketika dicek ke dalam gudang, ternyata didapati beberapa barang juga telah hilang.
"Jumat (25 Juni) malam lalu sekitar jam 8 itu belum ada kejadian. Tapi kita baru mengetahui Senin kemarin," tandasnya.
Akibat kejadian tersebut, jumlah sangku (tempat tirta) yang hilang di Gudang penyimpanan alat Pelinggih Ratu Nyoman berjumlah 5 buah, dan total sangku yang hilang di Pura Dalem berjumlah 8 buah.
Baca juga: Gudang Pura di Desa Tajen Tabanan Dibobol Maling, Sarana Prasarana Sembahyang dan Pis Bolong Hilang
Sementara itu, Bendesa Adat Tajen, I Gusti Nyoman Ardika mengungkapkan, peristiwa pencurian di Pura Dalem Desa Adat Tajen kali ini merupakan yang kedua kalinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jro-mangku-pura-dalem-di-tabanan-saat-berada-di-depan-gudang-barang-setelah-dibobol-maling.jpg)