Kapal Tenggelam di Gilimanuk
Kisah Korban Selamat KMP Yunicee, Kakek, Ayah dan Dua Saudara Aurel Belum Ditemukan
Seorang anak berusia 11 tahun, Aurel tampak riang ketika bermain bersama teman sebayanya di Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateny, Kecamatan Negara,
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Aurel Mengapung Sekitar Satu Jam
Paman Aurel, Dion menuturkan, sesuai penuturan dari keponakannya, saat musibah itu terjadi, ia ditolong oleh seseorang.
Kemungkinan saar itu Aurel merupakan yang paling dekat dengan orang tersebut.
Aurel sempat diikat di badan dari warga yang menolong tersebut.
Namun di tengah perjalanan akan menuju pesisir, warga yang menolong itu sudah tak kuat namun beruntung ada nelayan yang menolongnya saat itu.
"Untuk kejadian persisnya kita tak mengetahui, tapi gambarannya Aurel sempat satu jam terombang-ambing di lautan hingga akhirnya ditolong sama nelayan yang sedang melintas saat itu," ungkapnya.
Dion melanjutkan, sesuai informasi dari tim Basarnas, Aurel berserta korban lainnya kemudian ditemukan di pesisir wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana.
Kemungkinan saat itu nelayan yang membantunya bisa menepi di wilayah Melaya karena arusnya yang cukup deras.
"Dievakuasinya di pesisir wilayaah Melaya. Setelah itu baru dibawa ke Puskesmas Gilimanuk," terangnya. (*)
Berita lainnya di KMP Yunicee Tenggelam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-di-kediaman-korban-selamat-kapal-kmp-yunicee.jpg)