Breaking News:

Berita Bali

Dua Hari Terakhir, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Menurun Tajam

Penurunan trafik pergerakan penumpang dan pesawat ini pun tidak dipungkiri oleh PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pengecekan dokumen kesehatan penumpang di pintu masuk terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin 5 Juli 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kini memasuki hari ketiga sejak diberlakukan trafik pergerakan penumpang domestik, dan trafik pergerakan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menurun tajam jika dibandingkan rata-rata harian sebelum adanya PPKM Darurat.

Dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali periode 3 - 4 Juli 2021 untuk trafik pergerakan penumpang domestik berjumlah 13.241 orang, sementara trafik pergerakan pesawat hanya 165 penerbangan.

Penurunan trafik pergerakan penumpang dan pesawat ini pun tidak dipungkiri oleh PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Untuk trafik pergerakan penumpang dan pesawat itu ada penurunan sampai 50 persen dari rata-rata harian dibandingkan dengan rata-rata harian sebelum diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Senin 5 Juli 2021.

Baca juga: Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Kepulangan Lala Sekeluarga Hampir Harus Ditunda

Ia menyampaikan bahwa untuk planning schedule pax kedatangan hari ini saja hanya berkisar di angka 1.000-an penumpang, untuk keberangkatan juga tidak jauh beda diangka 1.000-an penumpang.

Sementara untuk planning schedule flight hari ini untuk take off dan landing hanya berjumlah 80 penerbangan.

"Hari ini schedule planning pax kedatangan dan keberangkatan hanya sekitar 3.000 sampai 4.000 penumpang. Selama PPKM Darurat ini berlaku kurang lebih trafik penumpang dikisaran angka segitu dampaknya," ungkap Taufan Yudhistira.

Disampaikannya bahwa sebelum adanya diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali, capaian rata-rata harian trafik pergerakan penumpang domestik (kedatangan dan keberangkatan) hampir mencapai angka 15 ribu orang.

Disinggung kerugian PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali dampak penurunan trafik pergerakan penumpang dan pesawat, Taufan Yudhistira mengakui belum mengetahui berapa angka kerugiannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved