Penjelasan Tentang Roh Penasaran Dalam Hindu di Bali
Dari sloka tersebut di atas, menandakan bahwa tingkatan pitara atau pitra adalah lebih tinggi dari tingkatan petra.
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Eviera Paramita Sandi
Yakni askara atau inisiasi roh, agar roh tersebut menjadi bersih dan kemudian disebut pitra.
"Jadi upacara pengaskaran yaitu upacara askara atau upacara penyucian, atau juga pendwijatian roh dari roh yang disebut preta diabhiseka (diubah) dan dinaikkan statusnya menjadi pitara," sebut ida.
Sebagai puncak upacara pengaskaran, ditandai dengan upacara pemetikan sebagai simbol pembersihan roh yang disebut Antahkarana Sarira dari pengaruh ikatan Suksma Sarira.
Dalam tradisi Hindu di Bali, roh atau Antahkarana Sarira yang telah lepas, dari ikatan Suksma Sarira maka disebut pitara.
"Namun ada suatu ketentuan di dalam masyarakat Hindu di Bali. Bahwa ketika roh atau atman baru berstatus sebagai pitara. Maka roh tersebut belum bisa dilinggihkan di bale Samanggen (bale delod atau bale dangin)," jelas pensiunan dosen Unhi ini.
Hal tersebut karena roh masih dianggap belum mencapai kesucian yang sempurna.
Oleh sebab itu roh yang baru disebut pitara dan perlu diinisiasi atau ditingkatkan kesuciannya lagi, melalui upacara memukur atau nyekah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-roh_20170215_095137.jpg)