Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

PPKM Darurat Berdampak pada Pendapatan Pedagang Kecil, Omzet Penjualan Es dan Bakso Turun Drastis

Penjual es keliling, I Made Saya (49) asal Kelurahan Bitera, Gianyar, Rabu 7 Juli 2021 mengatakan, selama PPKM darurat ini, penjualannya mengalami

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Penjual es keliling, I Made Saya (49) saat menjajakan dagangannya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pekerja kantoran yang dibatasi jumlahnya selama PPKM darurat di Kabupaten Gianyar, Bali, berdampak signifikan terhadap penghasilan pedagang kecil. Mulai dari pedagang bakso hingga pedagang es keliling.

Dimana selama ini, perekonomian mereka bersumber dari jualan ke kantor-kantor, terutama kantor pemerintahan di Gianyar Kota.

Penjual es keliling, I Made Saya (49) asal Kelurahan Bitera, Gianyar, Rabu 7 Juli 2021 mengatakan, selama PPKM darurat ini, penjualannya mengalami penurunan signifikan.

Dimana sebelum PPKM darurat atau bahkan saat situasi normal, ia sampai dua atau tiga kali balik ke rumah untuk mengambil es.

Baca juga: Meski Terapkan PPKM Darurat, Pasien Covid-19 di Gianyar Sedikit, Bed Isolasi Banyak yang Kosong

Sebab ia telah memiliki pelanggan tetap di perkantoran, bahkan ia ditelpon langsung oleh rombongan pembelinya yang sebagian besar orang kantoran.

Namun setelah PPKM darurat ini, pelanggannya banyak yang tidak masuk kerja, sehingga pendapatannya pun menurun.

"Biasanya bolak-balik ngambil es. Sekarang karena banyak yang libur, jadinya habis sekali saja sudah syukur. Satu kali habis saya dapat Rp 350 ribu," ujar pedagang yang menaruh es-nya dalam termos.

Hal yang sama juga dialami oleh Erik Hermanto, seorang pedagang bakso keliling di Gianyar Kota.

Kata dia, sebelum pandemi covid-19, ia biasanya menghabiskan 10 kilogram bakso.

Namun pasca pandemi, mengalami penurunan hingga 8 kilogram. Ditambah lagi setelah ditetapkannya PPKM darurat ini, ia hanya membuat 1,5 kilogram bakso, dan itupun tidak tentu habis.

Sebab langganannya yang sebagian besar adalah pegawai kantor, saat ini banyak yang tidak masuk kerja.

"Dulu jualan di sekolah, kantor polisi dan kantor seputar Gianyar Kota habis 10 kilogram. Sejak pandemi terus menurun, sampai sekarang saya hanya bawa 1,5 kilogram bakso. Semua tempat sepi," ujar pria asal Jember tersebut.

Ia pun berharap agar situasi segera normal kembali. Sebab ia sangat merindukan kerumunan pegawai yang mengantrai dihidangkan bakso.

Dimana kondisi tersebut tidak pernah dilihatnya sejak 1,5 tahun terakhir ini.

Baca juga: Tak Pakai Masker, Pengendara di Payangan Gianyar Diberikan Sanksi Push Up

"Harapan saya, situasi kembali normal," tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved